Komisaris Persib Menyayangkan Keputusan PSSI Menghentikan Liga 2: BRI Liga 1 Jadi Enggak Gereget!

Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, memberikan sambutan dalam launching turnamen Soeratin U-17 yang digelarnya bersama Asprov PSSI Jawa Barat dan Askab PSSI Bekasi mulai Kamis (11/11/2021). (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, sangat menyayangkan keputusan PSSI menghentikan lanjutan Liga 2 2022/2023. Menurutnya, keputusan itu juga memberikan pengaruh kepada jalannya BRI Liga 1 2022/2023.

Dengan terhentinya Liga 2 musim ini, menurut Umuh Muchtar, pelaksanaan BRI Liga 1 akan berjalan kurang gereget. Tak ada satu pun tim yang akan terdegradasi pada akhir musim membuat nilai kompetisi makin berkurang.

"Saya bicara atas nama pribadi, bukan atas nama Persib. Ini merupakan keputusan yang tidak benar dan tidak masuk akal," tegas Umuh Muchtar, Kamis (12/1/2023) malam.

Bahkan Umuh Muchtar mempertanyakan keputusan PSSI menghentikan Liga 2 2022/2023.

Terlebih itu merupakan keputusan yang dikeluarkan karena kabarnya ada permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 dengan alasan tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator, serta pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei.

"Apa benar dari peserta Liga 2 yang tidak mau dilanjutkan? Atau ini hanya rekayasa, padahal semua berjuang. Kalau tidak ada degradasi buat apa? Bubarkan saja Liga 2 dan Liga 3," cetus Komisaris Persib Bandung itu.

Mantan manajer Persib Bandung itu meminta adanya keterbukaan mengenai siapa saja tim Liga 2 yang berkeinginan untuk menghentikan kompetisi. Kalau benar ada klub yang sudah tidak sanggup, Umuh menyebut lebih baik digantikan oleh tim dari Liga 3.

"Menurut saya, harus ada ketegasan dari PSSI. Bukan PSSI yang diatur oleh klub," tegas Umuh Muchtar.

"Buat apa kita berjuang selama ini mencari pemain bagus dan lainnya. Kalau tidak ada degradasi, ya sudah main biasa saja, tidak usah cari juara, tidak usah cari prestasi, asal main saja," lanjutnya.

Dengan menghentikan Liga 2 dan Liga 3 yang berimbas kepada tidak adanya promosi dan degradasi di BRI Liga 1, Umuh menilai PSSI mengalami kemunduran.

"PSSI tidak ada kemajuan, bobrok, mundur. Semakin rusak," tegas Umuh penuh kecewa.

Seperti dinukil dari laman resmi PSSI, bahwa Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan untuk menghentikan kelanjutan Kompetisi Liga 2 musim 2022/2023. Kepastian ini diambil seusai rapat yang berlangsung di kantor PSSI, GBK Arena, Kamis (12/1).

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan berbagai faktor.

  • 1. Adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini terjadi karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator serta pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

  • 2. Rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia seusai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat.

  • 3. Perpol No. 10 Tahun 2022 mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Dalam rapat Exco tersebut juga memutuskan dan memerintahkan kepada PT. LIB untuk memfasilitasi pembentukan operator baru guna pelaksanaan Liga 2.

Untuk Liga 1, kompetisi tersebut akan tetap berjalan dan tanpa ada degradasi. Hal ini karena penyesuaian kompetisi Liga 2 yang tidak berjalan.

Sementara untuk wakil Indonesia di kompetisi AFC musim 2023/2024, PSSI akan menggelar play-off yang diikuti oleh juara Liga 1 2021/2022 versus juara Liga 1 2022/2023.

Terakhir, untuk Liga 3 putaran Nasional 2022/2023 resmi dihentikan. Bagi Asprov yang telah memutar, kuotanya tetap dapat digunakan pada kompetisi selanjutnya.