Komisi II: Belum Ada Keputusan Final Tentang Masa Durasi Kampanye

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan final tentang durasi masa kampanye pemilu 2024. Belum ada kesepakatan apakah 90 hari atau 75 hari.

"Keputusan tentang durasi masa kampanye akan di tetapkan dalam rapat kerja (raker) dan RDP pengambilan keputusan antara Komisi II, Pemerintah dan penyelenggara Pemilu yang kembali di reschedule pada tanggal 7 Juni 2022 mendatang," ujar Guspardi Dalam keterangan, Kamis (2/6).

Menurutnya, pada rapat konsinyering yang digelar pada 13-15 Mei 2022 lalu memang telah dibahas mengenai durasi masa kampanye ini. Saat itu pada awalnya KPU mengusulkan 120 hari, Pemerintah meminta 90 hari dan mayoritas fraksi di komisi II menginginkan waktu 60 sampai 75 hari.

Namun, setelah terjadi diskusi panjang, akhirnya disepakati durasi masa kampanye 75 hari dengan dua syarat. Syarat pertama, KPU meminta pemerintah membuat regulasi dari berupa keppres (keputusan presiden) dan sebagainya untuk memuluskan hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme dan pengadaan logistik pemilu.

Syarat kedua, masalah teknis penyelesaian sengketa pemilu agar bisa di perpendek, dimana akan dilakukan pembahasan dengan Mahkamah Agung (MA). Jika dua syarat itu dapat dipenuhi oleh lembaga-lembaga terkait, diyakini masa kampanye Pemilu 2024 dapat dipersingkat menjadi 75 hari, ungkap Politisi PAN ini.

Guspardi menjelaskan, bahwa rapat konsinyering dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan kesepahaman mengenai sejumlah isu yang masih memiliki perbedaan pendapat, bukan rapat pengambilan keputusan resmi.

"Dan saat pertemuan KPU dengan Presiden di Istana Negara tanggal 30 Mei 2022, Presiden Jokowi berpesan kepada KPU mengenai durasi masa kampanye agar tidak terlalu panjang dan diupayakan bisa lebih efektif dan efisien supaya tidak menimbulkan gesekan di masyarakat yang berlarut-larut," tuturnya.

Oleh karena itu, pendapat dan arahan dari Presiden Jokowi tentang durasi masa kampanye tentu akan menjadi pertimbangan bagi Komisi II bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam menentukan dan memutuskan durasi masa kampanye.

Komisi II, kata dia, telah meminta kepada KPU untuk membuat skenario dan simulasi masa kampanye 75 hari. Hanya saja, hasil simulasi ini belum dilaporkan ke Komisi II DPR. Mungkin nanti disampaikan resmi saat rapat kerja dan RDP dengan Komisi II yang dijadwalkan kembali tanggal 7 juni pekan depan.

"Jadi, di DPR sendiri belum ada keputusan resmi apakah kampanye itu 90 hari atau 75 hari," kata anggota Baleg DPR RI ini. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel