Komisi II DPR Minta KASN Panggil Pejabat Kementan Pakai Seragam Loreng saat Temui Surya Paloh

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Guspardi Gaus meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memanggil para pejabat eselon I Kementerian Pertanian yang mengenakan seragam loreng khas Partai Nasdem saat bertemu Surya Paloh.

"KASN harus memanggil ASN untuk meminta keterangan dan klarifikasi tentang adanya indikasi atau tuduhan kepada pejabat eselon I di Kementan itu," ujar Guspardi kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

Politikus PAN ini mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral. UU ASN telah mengatur larangan berafiliasi dan menjadi anggota partai politik.

"Saya menyayangkan tindakan pejabat ASN eselon I Kementan yang memakai loreng seragam Kostranas Partai NasDem itu. Sebab bagaimanapun di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, ASN itu harus netral, tidak boleh berafiliasi ataupun jadi anggota partai politik. Kalau dia ingin jadi anggota partai politik silakan mundur jadi anggota pegawai negeri," ujar Guspardi.

Dia juga mengkritik para ASN tersebut merupakan pejabat eselon I yang seharusnya memberikan teladan tentang netralitas bagi bawahannya. Seharusnya para ASN menjaga integritasnya dengan baik.

"Apalagi yang diindikasikan itu adalah eselon I. Harusnya memberikan contoh kepada para ASN level bawah. Bagaimana dia bisa netral, yang di atas saja bersikap seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, pejabat Eselon I Kementerian Pertanian menjadi sorotan karena berfoto bareng dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Menteri Pertanian yang juga kader NasDem, Syahrul Yasin Limpo. Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementan itu mengenakan pakaian loreng-loreng bercorak biru khas partai Nasdem.

Foto tersebut ditampilkan ketika rapat dengar pendapat Komisi IV pada Senin (15/11). kemarin. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono diingatkan langsung oleh anggota dewan dalam rapat tersebut bahwa ASN tidak berpolitik.

Permohonan Maaf Kementan

Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kasdi menjelaskan, jajarannya menggunakan pakaian loreng tersebut hanya untuk menghormati peringatan HUT NasDem. Kasdi mengatakan, dirinya hadir bersama Menteri Syahrul Yasin Limpo.

"Sebenarnya kami ingin menghormati acara tersebut dan kami hadir bersama dengan menteri. Tidak ada maksud lain. Mohon maaf kalau memang itu bagian yang kurang berkenan di bapak ibu sekalian tapi sesungguhnya apa di hati kami tetap dalam upaya birokrat, karena ini menghormati kami menggunakan atribut itu," kata Kasdi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV.

Ia menuturkan, seragam tersebut merupakan seragam Kostranas atau Komando Strategi Nasional. Meski, Kasdi mengaku tidak mengetahui apa Kostranas dalam Partai NasDem.

Kasdi pun menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang dilakukan jajaran Eselon I. Ia berjanji tak akan mengulangi hal serupa.

"Itu seragam yang saya kenal seragamnya Kostranas, bapak. Saya tidak tahu Kostranas itu dalam posisi di Nasdem terus terang saya tidak tahu," ujar Kasdi.

"Yang kami pahami pak singkatannya komando strategi nasional. Saya terus terang fungsinya tidak paham juga bapak. Mohon maaf," jelas Kasdi.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel