Komisi III Dorong Kemenkumham Segera Lantik Dirjen Imigrasi Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah dengan sistem imigrasi di Indonesia. Hal itu diketahui setelah dirinya mendapat banyak keluhan, terutama terkait Visa on Arrival dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

Kemarahan Jokowi disampaikan dalamrapat terbatas bersama jajarannya secara tertutup di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini.

Mengomentari kegeraman Kepala Negara, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mendukung agar ada percepatan mengenai keterisian posisi Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Ini adalah bentuk dari komitmen tegas presiden dalam membenahi Ditjen Imigrasi. Sudah saatnya imigrasi mengikuti perkembangan zaman dengan berbenah dan bersikap lebih profesional dalam memudahkan investor asing masuk ke Indonesia."

"Kita ingin mendapat kepercayaan bahwa Indonesia negara yang nyaman, aman dan mudah diakses. Karena kalau sistemnya rumit, maka hal itu akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang berusaha kembali bangkit ini." ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Sahroni juga menyoroti terkait sektor sumber daya manusia yang ada di Dirjen Imigrasi. Dia meminta Menkumham untuk mempercepat seleksi Dirjen Imigrasi yang saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas.

"Dirjen imigrasi selama lebih dari setahun ini masih diisi oleh pelaksana tugas setelah sebelumnya Pak Jhoni Ginting pensiun di tahun 2021. Malah saya liat di Kemenkumham ada 4 plt esselon yakni Dirjen Imigrasi, Dirjen KI, Dirjen PP, dan Kabalitbangkumham. Jadi mohon juga kepada menkumham agar mempercepat seleksi dirjen imigrasi ini. Agar struktur di imigrasi menjadi lebih jelas dan mampu menjawab tantangan-tantangan zaman yang sedang dihadapi oleh imigrasi." pungkas Sahroni. [hrs]