Komisi III DPR Minta Polri dan TNI Usut Sumber Amunisi KKB Di Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni meminta kepolisian dan TNI mengusut sumber amunisi yang dimiliki kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hal ini penting dilakukan untuk membongkar adanya dugaan jaringan khusus pengadaan amunisi terhadap KKB setelah pengembangan lanjutan atas kasus pembacokan yang dilakukan pelaku berinisial FS di Intan Jaya, Papua.

Di mana sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal turut menyampaikan bahwa pemasok amunisi tersebut diduga merupakan seorang aparat.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak? Seorang aparat menjadi jembatan dengan kelompok kriminal bersenjata yang justru membahayakan NKRI. Karenanya saya meminta pada lembaga terkait, baik TNI maupun Polri untuk memberi perhatian khusus, karena para aparat ini kan memang punya wewenang untuk memiliki senjata. Namun bila diselewengkan wewenangnya untuk kepentingan pribadi tentu dapat sangat membahayakan," ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Kemudian, Sahroni meminta agar Kepolisian membentuk tim khusus untuk mengusut seluruh pemasok amunisi kepada KKB di Papua. Hal ini demi menghindari terulangnya hal yang sama di kemudian hari.

"Ini harus ditindak tegas, aparat yang bersangkutan harus diberi hukuman berat. Dan ini juga bukan pertama kalinya seorang aparat menjadi pemasok amunisi kepada KKB. Karenanya, menurut saya Kepolisian mungkin bisa bersama-sama dengan TNI membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas jaringan pemasok amunisi ataupun senjata kepada KKB. Selain itu juga sebaiknya diperketat pula aturan terkait kepemilikan maupun izin bersenjata par aparat khususnya di wilayah-wilayah tertentu," demikian Sahroni. [hhw]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel