Komisi IX DPR janji bantu rumah singgah untuk PMI Banda Aceh

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena berjanji akan membantu mengadvokasi pembangunan rumah singgah untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh, Provinsi Aceh, melalui momen pelaksanaan PON 2024.

"Rumah singgah memang sangat dibutuhkan pasien dari daerah jauh," kata Emanuel Melkiades, di Banda Aceh, Rabu.

Hal itu disampaikan Emanuel Melkiades saat mengunjungi dan meninjau fasilitas di Unit Donor Darah (UDD) dan Unit Pelayanan Ambulans PMI Kota Banda Aceh.

Emanuel mengatakan pada 2024 Aceh akan menjadi Tuan Rumah PON XXI Aceh-Sumut. Kemudian, pihaknya akan berkomunikasi dengan KONI dan Menpora untuk membangun wisma atlet di dekat PMI Banda Aceh.

"Nantinya bangunan wisma atlet itu bisa menjadi rumah singgah, ini bisa kita komunikasikan dengan KONI hingga Kemenpora," ujarnya.

Selain itu, Emanuel akan mengusahakan pengadaan fasilitas mobil ambulans baru untuk PMI Kota Banda Aceh mengingat armada yang tersedia saat ini hanya satu unit yang masih layak.

Baca juga: Komisi IX DPR sebut kasus ginjal akut di Aceh sudah terkendaliBaca juga: PMI Banda Aceh butuh darah 150 kantong per hari untuk 17 rumah sakit

Emanuel mendukung PMI Kota Banda Aceh untuk meningkatkan mutu pelayanan dan membangun klinik darah sendiri mengingat Aceh menjadi salah satu provinsi dengan "suspect" talasemia tinggi di Indonesia.

"Jadi pasien tidak perlu mengantre untuk transfusi di rumah sakit. Ini bisa sejalan nanti, rumah singgah dan klinik," kata Emanuel.

Sementara itu, Ketua PMI Banda Aceh Ahmad Haeqal Asri mengatakan ada banyak pasien talasemia dan kanker dari luar Kota Banda Aceh yang dirujuk berobat ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Namun kebanyakan pasien berasal dari keluarga tidak mampu sehingga kesulitan mencari biaya hidup selama berobat.

"Terutama soal tempat tinggal dan makan selama berobat. Kami sangat prihatin karena banyak yang mengeluh kepada kami. Karena itu, kami berencana membangun rumah singgah di lingkungan PMI Kota Banda Aceh," kata Haeqal.

Haeqal menuturkan saat ini masih ada lahan kosong di lingkungan PMI Kota Banda Aceh yang bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah singgah yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk pasien dari luar kota yang dirujuk ke rumah sakit provinsi.

"Kami akan mengusahakan keluarga pasien yang tinggal di rumah singgah untuk difasilitasi konsumsinya selama di sana sehingga pasien dan keluarganya bisa fokus pada pengobatan. Karena itu rumah singgah sangat dibutuhkan," demikian Haeqal.