Komisi IX DPR-RI: Beri makanan bergizi hindari buah hati stunting

Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan ketika buah hati diberikan makanan bergizi dan asupan air susu ibu eksklusif maka akan terhindar dari stunting.

"Bagi rumah tangga baru ataupun yang sedang merencanakan kehamilan agar mengonsumsi makanan bergizi, dan untuk para ibu yang baru melahirkan agar memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif dan makanan yang bergizi agar buah hati kita terhindar dari stunting," katanya di Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu.

Perwakilan BKKBN Sulut bersama Komisi IX DPR-RI melakukan promosi dan komunikasi, informasi, dan edukasi program pencegahan stunting pada enam lokus di Kabupaten Minahasa Selatan, yakni Desa Rumoong Bawah, Kelurahan Rumoong Bawah, Kelurahan Uwuran Dua, Desa Lopana Atas, Desa Popontolen, dan Desa Tumpaan.

Dia mengatakan penanganan masalah stunting di Provinsi Sulut dilakukan bersama-sama, sedangkan permasalahan ini sebagai serius yang harus ditangani secara serius pula.

"Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan yang baik untuk kesehatan mungkin saat ini masih ada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan belum memahami istilah yang disebut stunting," ujarnya.

Baca juga: BKKBN: Letak geografis dan pendidikan tantangan stunting Maluku Utara

Ia mengatakan stunting masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Begitupun dengan berat badan, katanya, tidak sesuai usia serta gangguan kecerdasan terhadap anak.

"Kami berharap agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dilaksanakan atau dilayani dengan baik, apabila ada masyarakat yang tidak dilayani dengan baik sampaikan," katanya.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minahasa Selatan Meity Netty Tumbuan mengatakan stunting berbahaya bagi anak-anak dan akan berpengaruh pada keluarga, bahkan bangsa ini.

"Mungkin anak kita nantinya akan menjadi pemimpin dan berkontribusi bagi keluarga maupun bangsa ini, bila anak kita kekurangan gizi dan terkena stunting maka masa depan keluarga dan bangsa ini yang dirugikan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengajak masyarakat berpartisipasi menyebarluaskan informasi atau menyosialisasikan kepada tetangga sekitar tentang cara mencegah stunting.

Baca juga: Kemenkes: Perlu perhatian khusus semua pihak atasi stunting
Baca juga: BKKBN: TPK kawal kesehatan calon pengantin lewat Aplikasi Elsimil

Baca juga: Menteri Bintang harap Bapak Asuh Anak Stunting turunkan angka stunting