Komisi IX Klaim Tidak Ada Bantahan BPOM Soal Uji Vaksin Nusantara

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. Prasesh Shiwakoti/Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan, sampel darah yang diambil hari ini adalah proses uji fase tahap dua Vaksin Nusantara.

Jika proses tersebut lancar, maka pekan depan akan dilakukan penyuntikan kembali darah yang sudah dimutasikan ke tubuh pendonornya kembali.

"Intinya ini adalah proses bagian awal dari proses vaksinasi yang menggunakan jenis vaksin Nusantara. Jadi ngambil darah bagian dari proses dan kamis depan itu disuntik ke masing-masing orang sesuai dengan pengambilan darah hari ini," kata Meli di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Mewakili komisinya, Melki berterimakasih karena seluruh prosesnya terjadi secara transparan. Dia mengatakan, beberapa catatan perbaikan dari BPOM kepada tim Vaksin Nusantara juga telah ditanggapi.

"Jadi dari berbagai perbaikan sudah dilakukan Tim Peneliti yang intinya adalah memenuhi unsur BPOM dan BPOM pada prinsipnya tidak ada penolakan, hanya meminta perbaikan," yakin Melki.

Dukung Pengembangan Vaksin Nusantara

Melki secara penuh mendukung lahirnya Vaksin Nusantara. Sebab, vaksin tersebut diyakini dapat menolong Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

"Memang (Vaksin Nusantara) berpotensi untuk dipakai, potensi itu harus diuji lebih lanjut dan saya terima kasih karena ini banyak tokoh bangsa yg mengikuti proses ini, tadi saya lihat ada Pak Fahri Ali, mantan panglima TNI Pak Gatot Nurmantyo juga ada, jadi kita harus memberikan tone positif ke teman-teman media soal vaksin ini," dia menandasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: