Komisi VI DPR apresiasi BPKN buka posko aduan korban gagal ginjal

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mengapresiasi langkah Badan Perlindungan Konsumen Nasional yang membuka posko pengaduan konsumen korban gagal ginjal akut, sesuai keputusan rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama BPKN.

“Posko ini juga dapat membantu para orang tua korban gagal ginjal yang selama ini bertanya-tanya. Tidak hanya sebagai wadah menampung laporan masyarakat yang menjadi korban, posko ini juga kita harapkan dapat memberikan advokasi kepada keluarga korban,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dengan telah terbentuknya posko aduan konsumen tersebut, Martin berharap penanganan korban hingga identifikasi masalah gagal ginjal akut pada anak dapat lebih cepat dilakukan.

Ia menjelaskan sebagai mitra kerja, Komisi VI DPR RI akan terus mengawal proses BPKN dalam mencari fakta-fakta dan mengadvokasi hak-hak konsumen yang menjadi korban.

Sebelumnya, Dalam kesimpulan rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama BPKN, Kamis (3/11) lalu, BPKN diharuskan membuat posko pusat pengaduan konsumen bagi korban baik secara daring maupun luring. Pusat pengaduan paling lambat dibuat 1x24 jam setelah rapat tersebut selesai.

Sebagai tindak lanjut rapat, Ketua BPKN Rizal Edy Halim mengatakan per hari ini lembaganya membuka posko pengaduan bagi korban kasus gagal ginjal akut pada anak agar melaporkan ke nomor WhatsApp 08153-153-153. Posko ini dibuka sampai akhir November 2022.

Kementerian Kesehatan melaporkan kematian anak-anak yang disebabkan oleh gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) mencapai 159 anak hingga 31 Oktober 2022.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan tingkat kematian kasus gagal ginjal ini mencapai 52 persen. Adapun pasien yang meninggal didominasi oleh anak berusia 1-5 tahun dengan total mencapai 106 kasus.

Sementara itu, tingkat kematian kedua terbanyak berada pada rentang usia 6-10 tahun sebanyak 23 kasus, bayi di bawah satu tahun sebanyak 21 kasus, dan anak-anak usia 11-18 tahun mencapai 9 kasus.

Jumlah kasus kumulatif gagal ginjal akut hingga 31 Oktober mencapai 304 kasus yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.