Komisi VI DPR RI minta BUMN bantu pertumbuhan ekonomi Aceh

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Provinsi Aceh untuk membantu pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Kita berharap peran dan dukungan BUMN lebih besar lagi terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh ke depan," kata Aria Bima, di Banda Aceh, Selasa.

Hal itu disampaikan Aria Bima saat reses Komisi VI DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2021-2022 bersama perusahaan milik Kementerian BUMN yang ada di Aceh.

Baca juga: Anggota DPR minta BUMN di Aceh membentuk konsorsium pengelolaan CSR

Aria menginginkan BUMN memberikan dukungan terhadap berbagai sektor industri, seperti perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan, sumber daya energi, dan paling penting pariwisata karena masih ada titik yang harus diperhatikan.

"Aceh memiliki peran penting secara geografis. Selain sumber daya alam, Aceh memiliki potensi perekonomian yang bisa dikembangkan, seperti pariwisata, pertanian, dan perkebunan yang mempunyai keunggulan seperti kopi, kelapa sawit, dan kakao," ujarnya.

Aria menyampaikan pada 2021 Provinsi Aceh berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi positif, yakni 2,79 persen meskipun di tengah pandemi.

Baca juga: Anggota DPR dukung Pemkab Aceh Besar majukan pertanian
Baca juga: Anggota DPR ajak warga Aceh gemar konsumsi ikan untuk cegah stunting

Karena itu, papar dia, pengembangan ekonomi Aceh perlu mendapat dukungan di semua sektor, khususnya infrastruktur baik itu jalan, tol, kereta api, pelabuhan, telekomunikasi, energi listrik hingga bandara.

Semua itu, lanjut Aria, merupakan program pemerintah untuk meningkatkan interkoneksi seluruh wilayah di Indonesia, dan Aceh sebagai daerah prioritas diharapkan ada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

"Infrastruktur itu tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang cukup merata, ini salah satu yang diharapkan Aceh," kata Aria Bima.