Komisi VI: Holding BUMN bisa menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi

Anggota Komisi VI DPR RI yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Abdul Hakim Bafagih mengatakan holding BUMN bisa menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian nasional.

"BUMN memiliki peran penting dalam kebangkitan ekonomi Indonesia," kata Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Muhaimin sidak ke Pasar Johar Karawang cek harga kebutuhan pokok

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam sebuah seminar dengan tema "Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Nasional".

Abdul Hakim mengatakan holding BUMN harus diperkuat agar memiliki cakupan yang luas. Holding BUMN juga menjadikan BUMN bekerja lebih padu, dan tidak lagi bekerja secara sektoral dalam membangun atau membangkitkan perekonomian di Tanah Air.

Dengan melakukan berbagai kerja sama tersebut, maka BUMN tidak lagi bersaing dalam memberikan pelayanan tetapi saling melengkapi. Jangkauan pelayanan terhadap masyarakat juga akan semakin luas, kata Abdul.

Sebagai tambahan informasi, BRI merupakan salah satu bank yang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN misalnya PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian dan lain sebagainya.

Hingga akhir Agustus 2022 tercatat jumlah nasabah yang telah diintegrasikan ketiga entitas holding Ultra Mikro (UMi) mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp183,9 triliun.

Di samping itu, BRI juga berhasil menaikkan kelas 1,8 ​​​juta nasabah kredit usaha rakyat (KUR) mikro ke komersial di tahun 2021, dan pada tahun 2022 angka tersebut diprediksi bisa mencapai 2,2 juta nasabah.

Baca juga: Puan: Perlu diplomasi parlemen selesaikan masalah di Asia Pasifik
Baca juga: Anggota DPR RI sebut Sulbar punya kekuatan ekonomi di sektor kelautan
Baca juga: Ketua DPR: APPF harus dorong stabilitas di kawasan