Komisi VI Ungkap Alasan Erick Thohir Pas Masuk 5 Menteri Teratas

Ezra Sihite, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisi VI DPR mengungkapkan sejumlah alasan yang membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pantas dianggap sebagai bagian dari lima menteri Kabinet Indonesia Maju yang memiliki kinerja terbaik.

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer lima menteri tersebut antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD sebanyak 8,8 persen.

"Menteri BUMN itu termasuk yang berkinerja baik. Saya memberikan nilai 8 dari 10,” kata Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Toha, Selasa 10 November 2020.

Menurut Toha, ada beberapa alasan yang membuat mantan bos klub sepakbola Inter Milan itu dipercaya masyarakat memiliki kinerja baik, di antaranya adalah Erick terus meningkatkan kinerja perusahaan plat merah yang sehat, dan tidak segan akan memangkas BUMN yang sudah tidak produktif.

Kemudian, kebijakan Erick yang menciptakan holding beberapa perusahaan BUMN dalam satu klaster yang saling bersinergi, juga mereformasi birokrasi Kementerian BUMN serta bermitra baik dengan DPR merupakan poin yang mengangkat kinerja Erick Thohir.

“Juga pengelolaan di BUMN sendiri itu kan, birokrasinya kan sudah simpel kemudian bermitra baik juga dengan DPR,” ungkapnya.

Dengan capaian itu Toha memberikan saran agar Erick tetap fokus bekerja secara profesional, meskipun juga harus mengurus dan mempertimbangkan sisi politiknya. Sebab, jabatan menteri menurutnya adalah jabatan politis.

Sebelumnya diberitakan, Indo Barometer mengungkapkan lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus. Pintar/intelektual(20,8 persen), mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus (10,2 persen), keputusannya tegas dan lugas (10,2 persen), mempunyai hasil kerja nyata (6,6 persen), dan banyak program terobosan (6,4 persen).

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan survei dilaksanakan kepada 1.200 responden di 34 provinsi dengan margin of error kurang lebih 2.83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun responden survei merupakan masyarakat yang berusia minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah dan dipilih dengan metode multistage random sampling. (ren)