Komisi VII DPR siap kawal ketersediaan BBM dan elpiji

·Bacaan 2 menit

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dony Maryadi Oekon menyatakan pihaknya bersama PT Pertamina (Persero) siap mengawal pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, sehingga masyarakat diharapkan tidak resah terhadap ketersediaannya terutama saat Natal dan Tahun Baru ini.

"Komisi VII dan Pertamina akan beriringan mengawal pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan penugasan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan BBM dan elpiji, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pengawalan itu penting sebab sebagai salah satu pengelola objek vital nasional, Pertamina membutuhkan dukungan dari semua pihak dan elemen masyarakat, agar dapat melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dan melayani rakyat dengan baik.

"Sedangkan, Pertamina dalam menjalankan bisnis dan operasional perusahaan, harus memastikan bahwa semua langkah yang diambil sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada," katanya melalui keterangan tertulis.

Hal itu, lanjutnya, tentunya sejalan dengan misi Pertamina untuk menjalankan amanah dan memastikan ketahanan energi nasional. Selain itu, tentu saja agar aktivitas masyarakat terus berjalan, termasuk menjaga roda perekonomian.

Sebelumnya, beredar imbauan yang menyesatkan agar masyarakat mengisi penuh tangki BBM-nya, karena akan terjadi gangguan persediaan BBM akibat aksi dari serikat pekerja Pertamina.

Terkait hal itu, Pertamina juga memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan BBM dan elpiji serta pelayanan kepada masyarakat, akan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, pekerja Pertamina juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan penugasan pemerintah.

Termasuk, di antaranya, untuk memenuhi kebutuhan BBM dan elpiji hingga ke pelosok wilayah 3T (terdepan, terrpencil dan tertinggal).

"Terlebih saat ini, Indonesia sedang berjuang keluar dari pandemi COVID-19, sehingga roda perekonomian nasional harus terus didorong bergerak," katanya.

Untuk itulah, lanjutnya, Pertamina berharap agar masyarakat tidak melakukan panic buying, karena seluruh pekerja Pertamina akan mengedepankan kepentingan umum dan dapat bersama-sama menjaga kondusivitas dan kelancaran operasional.

Baca juga: Pertamina prediksi konsumsi BBM di Jatimbalinus naik empat persen
Baca juga: Pertamina bantah hoaks soal seruan isi penuh tangki BBM kendaraan
Baca juga: Pakar sebut tuntutan FSPPB tak sejalan dengan UU Ketenagakerjaan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel