Komisi VIII DPR: Disiplin Masyarakat Kunci Suksesnya PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meyakini pemerintah mampu mengendalikan situasi krisis akibat pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan sudah dijalankan untuk menjaga perekonomian dan mengendalikan penyebaran virus.

"Termasuk menyelesaikan penanganan kesehatan masyarakat, mengendalikan mobilitas masyarakat untuk menahan laju penularan dengan kebijakan PPKM Darurat. Tentu dengan kedisiplinan masyarakat," kata Ace.

Kemudian, kata dia, program vaksinasi Covid-19 juga harus terus digenjot secara maksimal hingga kekebalan komunal terpenuhi. Pemerintah dinilai perlu memastikan ketersediaan vaksin dengan merk apapun, asalkan memiliki tingkat efikasi yang tinggi dan merata.

Selanjutnya, melakukan pemerataan program vaksinasi secara massif di seluruh Indonesia hingga ke pelosok-pelosok.

Menurut dia, saat ini hampir di semua daerah, termasuk di kampung-kampung, tingkat penyebaran kasus Covid-19 juga sudah merata. Kemudian, pemerintah perlu memastikan warga yang ekonominya terdampak PPKM Darurat mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sembako, PKH, BST dan BLT Desa.

Sedangkan anggota Komisi VIII DPR Lisda Hendrajoni mengajak semua elemen bangsa bangkit bersama menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Budaya gotong-royong sebagai ciri bangsa Indonesia harus selalu dipertahankan.

"Saya mengapresiasi komunitas. Ada komunitas pemuda, ibu-ibu. Mereka memerhatikan lingkungan sekitarnya. Sumbang nasi bungkus dan lain-lain," kata Lisda.

Kepeduliah Masyarakat Paling Tinggi

Suasana pemakaman korban COVID-19 di Srengseng Sawah, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan angka kematian akibat COVID-19 di Jakarta relatif stabil dan terhitung sangat rendah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana pemakaman korban COVID-19 di Srengseng Sawah, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan angka kematian akibat COVID-19 di Jakarta relatif stabil dan terhitung sangat rendah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menurut Lisda, sikap masyarakat seperti itu yang negara butuhkan dalam menghadapi krisis. Masyarakat perlu mengetahui tetangganya yang sedang isolasi mandiri. Sebab, masyarakat yang positif Covid-19 tidak bisa keluar rumah selama isolasi mandiri. Sementara mereka butuh makan dan obatan-obatan.

"Bagaimana masyarakat di sekitar dapat memenuhi kebutuhan mereka selama isolasi mandiri. Kalau itu kita lakukan bersama-sama, kita bisa bangkit bersama-sama, mengurangi gejolak dan juga membantu saudara-saudara kita," ujar Lisda.

Lisda mengatakan ada hasil survei baru-baru ini yang menyebut tingkat kepedulian masyarakat Indonesia paling tinggi selama Covid-19.

"Tentu itu menjadi modal bagi masyarakat Indonesia yang memang dari dulu sudah kenal gotong-royong. Sekarang saatnya betul-betul kita praktikan," tuturnya.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai percepatan vaksinasi Covid-19 bisa menjadi solusi agar dapat mengarah kepada herd immunity atau kekebalan kelompok. "Kami harap semuanya termasuk dunia usaha untuk mendukung kebijakan meskipun belum maksimal hasilnya," kata Jazilul Fawaid.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel