Komisi VIII DPR tinjau kesiapan asrama haji Balikpapan

·Bacaan 2 menit

Komisi VIII DPR meninjau kesiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji Balikpapan, Kalimantan Timur, jelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2022.

"Asrama haji Balikpapan sudah siap untuk menjadi tempat embarkasi untuk calon jamaah haji dari empat provinsi," Kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, TB Ace Hasan Syadzily, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan asrama haji itu sempat dialih fungsikan menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 beberapa waktu lalu. Dia berharap kesiapan asrama haji dapat mengedepankan aspek kesehatan, dimana harus dilakukan PCR/Antigen bagi jamaah haji sebelum mereka memasuki dan menempati asrama haji tersebut.

"Dengan fasilitas yang ada, saya kira sudah sangat layak untuk dijadikan sebagai tempat transit para jamaah haji," katanya.

Ace mengungkapkan Komisi VIII DPR RI telah berusaha merumuskan kebijakan haji tanpa adanya setoran tambahan bagi masyarakat, mengingat setoran tambahan sudah ditutupi oleh nilai manfaat yang tersalurkan melalui virtual account di rekening para jamaah yang telah melunaskan setoran-nya.

Baca juga: Komisi VIII DPR RI dalami opsi tingkatkan kinerja asrama haji

"Kita tahu bahwa kami telah memutuskan biaya haji sebesar Rp39,8 juta. Para jamaah haji telah melunasi-nya sebesar Rp35 jutaan dan sisanya jamaah haji tidak perlu untuk memberikan setoran tambahan, karena itu sudah ditutupi atau dipenuhi oleh nilai manfaat yang tersalurkan melalui virtual account di rekening para jamaah yang telah melakukan setoran lunas," jelas Ace.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra mengapresiasi Asrama Haji Balikpapan yang menurutnya setara dengan Hotel Bintang 3 dan 4. Hanya saja menurutnya dalam perawatan asrama haji tersebut jika tidak melibatkan pihak ketiga dikhawatirkan perawata-nya kurang maksimal.

"Setara bintang empat, kalau saya umum masuk sini bayar 300 ribu (rupiah). Cuman saya khawatir kalau tidak dimainkan oleh pihak ketiga akan tidak bagus perawatannya," pesan Nanang.

Sementara itu Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Balikpapan tetap menggelar persiapan menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M sekalipun belum ada pengumuman resmi berapa kuota jamaah haji dari Kalimantan Timur.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Balikpapan Mukhtar mengatakan, selain mempersiapkan administrasi Kementerian Agama Provinsi Kaltim dan Kabupaten/Kota juga melakukan pembinaan jamaah haji melalui kegiatan manasik serta membentuk regu rombongan berdasarkan domisili jemaah haji yang memudahkan koordinasi dan komunikasi.

"Kita setiap tahun selalu melakukan persiapan, mau ada atau tidak ada jamaah yang berangkat. Dua tahun ini meski enggak ada pemberangkatan tetapi persiapan dilakukan maksimal karena mengantisipasi perubahan kebijakan di detik-detik akhir," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel