Komisioner Sarankan Calon Anggota Komnas HAM dari Luar Pemerintahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Sandrayati Moniaga menyayangkan adanya calon anggota aktif Polri yang lolos dalam tahap seleksi Calon Anggota Komnas HAM.

"Karena Komnas HAM adalah lembaga independen yang bertugas melakukan pengawasan atas pelaksanaan fungsi negara sebagai pemangku kewajiban pemenuhan penegakan HAM," kata Sandrayati kepada wartawan, Senin (30/5).

Sandrayati menjelaskan meski dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia tidak melarang secara spesifik terkait larangan bagi Anggota Polri Aktif termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) mendaftar sebagai calon Anggota Komnas HAM.

Namun, secara acuan HAM internasional dalam Paris Agreement secara prinsip hal tersebut dianggap melanggar. Karena para pejabat negara maupun pensiunan tidak boleh mendaftar sebagai anggota Komnas HAM.

"Tetapi kalau merujuk pada Paris Agreement dalam prinsip Paris adalah dokumen yang dirujuk international oleh PBB dan juga oleh GNHRI (global national human right institution) mestinya para pejabat ataupun pensiunan tidak boleh mendaftar," ujarnya.

Oleh sebab itu, Sandrayati menilai jika seharusnya orang-orang yang mendaftar sebagai calon Anggota Komnas HAM adalah mereka yang independen dalam arti di luar struktur pemerintahan.

Hal itu guna menghindari konflik kepentingan. Pasalnya, tugas Komnas HAM juga turut mengawasi kinerja pemerintahan baik dalam mencegah maupun menyelidiki kasus-kasus pelanggaran HAM.

"Seharusnya siapa yang duduk di Komnas HAM adalah pihak-pihak yang independen, itu yang perlu," katanya.

Terlebih kemungkinan adanya konflik kepentingan, sorot Sandriyati, lantaran sampai sejauh ini pihaknya masih mencatat banyaknya aduan laporan dugaan pelanggaran yang masuk terhadap Korps Bhayangkara.

"Pemerintah harus perhatikan bahwa pengaduan tertinggi di Komnas HAM adalah polisi. Jadi kalau memang ada polisi dan teman-temannya mendaftar memang kalau saya pribadi sebagai anggota Komnas melihat nanti akan terjadi ewuh pakewuh (keseganan)," ujarnya.

50 Calon Anggota Komnas HAM

Sebelumnya, sebanyak 50 orang calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Periode 2022-2027 dinyatakan telah lulus dari tes hasil seleksi Tes Tertulis Objektif dan Penulisan Makalah.

Dari ke-50 yang lolos terdapat satu nama yakni Remigius Sigid Tri Hardjanto asal DI Yogyakarta yang berstatus Anggota Polri turut tercatat lolos dalam tes tersebut.

"Panitia Seleksi telah melaksanakan tahapan seleksi tertulis pada 13 Mei 2022 secara daring melalui aplikasi Portal Asesmen Terpadu Kementerian Sekretariat Negara," kata Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Komnas HAM RI 2022-2027, Makarim Wibisono dalam keterangannya, Jumat (27/5).

Makarim menyampaikan jika tes Tertulis Objektif dan Penulisan Makalah ini telah diikuti 96 peserta, dari itu semuanya maka terseleksilah sebanyak 50 orang yang dinyatakan lolos tes tersebut.

"Termasuk penilaian makalah oleh pembaca independen, Panitia Seleksi telah memeriksa dan memutuskan 50 orang pendaftar Calon Anggota Komnas HAM Periode 2022-2027 yang lolos seleksi Tes Tertulis.

Adapun dari data peserta yang lolos, berdasarkan demografi pendaftar, wilayah domisili terbanyak berasal dari Pulau Jawa yaitu DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Lainnya berasal dari Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara dari sisi gender, terdapat 9 pendaftar perempuan dan 41 laki-laki atau sekitar 18% kaum perempuan telah lolos tahapan seleksi tertulis.

Sedangkan dari profesi para pendaftar, berasal dari aktivis, advokat, akademisi, jurnalis, ASN, Polri, pegawai swasta hingga tenaga kesehatan dan petahana Anggota Komnas HAM RI.

Atas hasil tersebut, 50 orang yang telah dinyatakan lulus tes tertulis selanjutnya akan mengikuti tahapan berikutnya, yaitu Dialog Publik. Tahapan ini dijadwalkan pada 8-9 Juni 2022 dengan metode tatap muka (luring) di Jakarta.

"Teknis pelaksanaan tes tersebut akan diberitahukan lebih lanjut melalui akun pendaftar dan website Komnas HAM," kata Makarim.

Setelah pelaksanaan Dialog Publik, peserta selanjutnya mengikuti tahapan Psikotes, Tes Kesehatan, dan Wawancara. Pelaksanaan tahapan tes tersebut berlangsung dan difinalisasi sebelum masa jabatan Anggota Komnas HAM RI yang menjabat sejak 2017 berakhir pada November 2022.

Berikut Daftar 50 Calon Anggota Komnas HAM yang lulus tes seleksi tulis:

1.A PRADJASTO HARDOJO

2.ABDUL HARIS SEMENDAWAI

3.AMIRUDDIN AL RAHAB

4.ANIS HIDAYAH

5.ANNE FRIDAY SAFARIA

6.ANTONIUS EKO NUGROHO

7.ARIS SEPTIONO

8.ATNIKE NOVA SIGIRO

9.BAHRAIN

10. BEKA ULUNG HAPSARA

11. BINSAR ANTONI HUTABARAT

12. CHRISBIANTORO

13.CHRISMANTO PANGIHUTAN PURBA

14. DANIELLE JOHANNA PS

15. DEDI HARYADI

16. EDUARD PARSAULIAN MARPAUNG

17. FX RUDY GUNAWAN

18. HAIRANSYAH

19. HARI ANTONO

20. HARI KURNIAWAN

21. HENDRA

22. IMRAN

23. IRIANTO SUBIAKTO

24. JAYADI DAMANIK

25. JUS FELIX MEWENGKANG

26. MARIA RITA IDA SUHAGIAN

27 MOH. KISMAN PANGERAN

28.MOHAMMAD ALIARDO

29.MUHAMMAD ADLAN

30. MUHAMMAD NOOR AZASI AHSAN

31. MUNAFRIZAL MANAN

32.PARAMITA ERSAN

33.PRABIANTO MUKTI WIBOWO

34.PRAMONO UBAID TANTHOWI

35.PUTU ELVINA

36.RAFENDI DJAMIN

37.REMIGIUS SIGID TRI HARDJANTO

38.RITA SERENA KOLIBONSO

39.SAURLIN P SIAGIAN

40. SAYEKTI PRIBADININGTYAS

41.SOFIANDI

42. SONNY WESTERLING MANALU

43.SUROSO

44.SYAHRUDIN DAMANIK

45. SYARIF BASTAMAN

46. TEGUH PUJIANTO NUGROHO

47 ULI PARULIAN SIHOMBING

48. YOGI SUMARSONO WIBOWO

49.YOSIAS ELDRICH TEDDY

50. ZAINAL ABIDIN

Baca juga:

50 Orang Calon Anggota Komnas HAM Lulus Tes Tertulis, Ini Daftarnya

Cerita Ketua Komnas HAM Yakinkan Jokowi Dukung Penuntasan Tragedi Paniai

Moeldoko: Kasus Trisakti 1998 Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Dianggap Tak Penting, Taliban Bubarkan Komnas HAM Afghanistan

AS Ungkap Indikasi PeduliLindungi Langgar HAM, Ini Tanggapan Santai Mahfud MD

8 Tersangka Kasus Manusia Kerangkeng di Bui, Komnas HAM: Beri Rasa Aman ke Korban

[ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel