Komite Eksekutif PSSI Akan Lapor ke FIFA

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif PSSI La Nyalla Mattalitti mengungkapkan dirinya akan menyurati FIFA untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi pada induk organisasi PSSI sehingga penyelenggaraan kompetisi menjadi terkendala.

"Saya akan menyurati FIFA secepatnya. Saya akan ungkapkan berbagai permasalahan yang sedang melilit pada persepakbolaan Indonesia saat ini," ujar La Nyalla Mattalitti kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

La Nyalla mengatakan sesuai fakta yang bahwa ada 14 klub yang menyatakan tidak setuju dengan keberadaan PT Liga Prima Indonesia sebagai pengelola kompetisi di Tanah Air.

Menurutnya, PT tersebut di luar keinginan mayoritas klub anggota PSSI yang memiliki kewenangan untuk memberikan kepercayaan pengelolaan kompetisi pada level tertinggi dan Divisi Utama.

"Adanya PT Liga Prima itu di luar keinginan para anggota. Bahkan pada 5 Oktober lalu muncul pula nama PT Liga Prima Sportindo yang disebut-sebut sebagai pemegang hak pengelola kompetisi. Ini semua hanya mengada-ada dan tidak ada akte pendiriannya," ujarnya.

Menurutnya, semua pendirian PT tersebut tidak kredibel untuk melaksanakan kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI, dan sampai saat ini kompetisi Liga Indonesia yang sah masih tetap berada di bawah PT Liga Indonesia dengan CEO Djoko Driyono.

Pemindahan kewenangan PT tersebut, lanjutnya, tak bisa hanya dilakukan melalui rapat Komite Eksekutif, namun harus dilegalisir melalui kongres para anggota PSSI.

Lebih jauh dari itu, lanjutnya, adalah masalah pembagian saham antara PSSI dan klub yang oleh 14 klub telah diklaim menyalahi aturan dan statuta, bahwa pembagian saham 70:30 antara PSSI dan klub adalah merupakan kesewenangan pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin.

La Nyalla yang juga Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur mengungkapkan, indikasi bahwa PSSI telah melanggar Statuta sudah terlihat sejak 16 September lalu ketika PSSI menetapkan 24 klub sebagai anggota kompetisi level teratas yang selama ini disebut Liga Super Indonesia.

"Sejak itu saya sudah menolak dan memperingatkan, bahwa hal itu melanggar Statuta. Jika masih tetap memaksakan 24 klub saya akan menggelar Kongres Luar Biasa. Saya sudah peringatkan PSSI agar tidak melabrak aturan dan Statuta. Yang berpendapat serupa hanya ada tiga anggota Exco. Jadi ini soal keyakinan akan kebenaran," demikian La Nyalla Mattalitti.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.