Komite KIPI: Vaksin AstraZeneca di Jatim Aman

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Sekretaris Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Timur Dominicus Husada meminta warga Jatim tidak cemas dengan kasus penghentian sementara vaksin AstraZaneca di Jakarta.

Menurutnya, penghentian sementara tersebut h anya vaksin dengan kode botol tertentu yang dihentikan.

"Vaksin AstraZeneca yang masuk ke Jawa Timur, tidak ada yang sama dengan kode botol tersebut. Karena itu, vaksin yang ada di Jawa Timur sangat aman,’’ katanya, Rabu (19/5/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Dominicus menjelaskan, vaksinasi masih berlangsung. Hingga kemarin, tidak ada KIPI yang berakibat fatal. Laporan tentang KIPI masih seputar badan demam.

"Itu normal dan bisa diatasi," ungkapnya.

Dia juga mengatakan penghentian sementara vaksin AstraZeneca tidak bisa diartikan berbahaya. Penghentian itu sambil menunggu pemeriksaan sasaran yang meninggal setelah divaksin. Hasil dari pemeriksaan yang menentukan vaksin tersebut.

"Kalau pemeriksaan atau autopsi menyatakan yang bersangkutan meninggal bukan karena vaksin, berarti AstraZeneca itu bisa dilanjutkan lagi,’’ ujarnya.

Program Khofifah

Penjelasan itu mendukung dorongan Khofifah untuk mengoptimalkan vaksin pada tenaga pengajar. Total guru dan tenaga pendidik di Jatim yang berjumlah 108.694 orang. Hingga Senin lalu, 55,18 persen tenaga pendidik divaksin dosis perrtama. Lalu untuk dosis kedua baru 60 persen guru.

"Kami minta kepala dinas pendidikan di daerah untuk memastikan semua guru sudah divasin,’" kata Khofifah.

Data Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan jumlah vaksin di daerah mencapai 2.416.402 dosis tersebar di 3 ribu fasilitas layanan kesehatan.

Dari jumlah itu, ada yang suda digunakan untuk pemenuhan dosis kedua. Masih sisa sekitar 1,5 juta dosis.

"Sisanya itu bisa digunakan untuk memvaksin tenaga pendidik di Jawa Timur," imbuhnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel