Komitmen dan Konsistensi Pengusaha UMKM Kunci Ekonomi Cepat Pulih

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Komitmen dan konsistensi pengusaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terus menggerakkan ekonomi di tengah resesi akan menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional pada saat ini.

Ini diungkapkan Pengamat ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Gigih Prihantono seperti melansir Antara, Rabu (18/11/2020).

"Akibat pandemi COVID-19 terjadi penurunan daya beli sehingga UMKM menjadi terdampak. Padahal UMKM merupakan pendorong utama ekonomi kita,” ujar dia.

Dia mengatakan jika perbaikan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada pulihnya sektor UMKM. Sumbangan UMKM terhadap perekonomian Indonesia sangat besar.

Pada 2018, UMKM berkontribusi sekitar 57,8 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. Dari sisi tenaga kerja, UMKM juga menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia.

Gigih melihat sejak September 2020 mulai terjadi peningkatan penjualan pada sektor UMKM dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Artinya, telah terjadi perbaikan dan pemulihan dalam sektor ini.

Meski demikian, menurut Gigih, ada beberapa faktor penting yang perlu dilakukan UMKM agar lebih kuat dalam menghadapi pandemi dan dampaknya pada ekonomi.

Pertama, UMKM harus mampu mengatur arus kas. Kedua, UMKM perlu berinovasi dan mencari cara-cara baru untuk meningkatkan pendapatan, antara lain dengan pemanfaatan teknologi dengan penjualan daring dan diversifikasi produk. Ketiga, UMKM melakukan restrukturisasi kredit agar lebih leluasa dalam mengatur keuangan.

Ketua Paguyuban SRC Bencongan Karawaci Tangerang, Ely Umihani menyebutkan, toko kelontong masa kini harus berinovasi agar dapat bertahan dan mampu memberi stimulus aktivitas ekonomi di tengah tantangan dinamis seperti saat ini. “Tanpa inovasi pasti akan tertinggal,” kata Ely.

Menurut Ely, salah satu inovasi yang dilakukan SRC adalah melalui program “Bersama Melangkah Maju”. Program ini diluncurkan pada saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 dengan mengajak lebih dari 120 ribu toko yang tergabung dalam SRC untuk berkomitmen dan menciptakan inovasi baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Program ini mengajak seluruh pedagang kelontong jaringan SRC bersatu menghadapi keterbatasan dan ketidakpastian dengan terus produktif, berinovasi dan berkontribusi supaya dapat ambil bagian dalam menggerakkan perekonomian Indonesia,” kata Ely.

Gerakkan Ekonomi Daerah

Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Generalized System of Preference (GSP) atau fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Generalized System of Preference (GSP) atau fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya SRC secara berkelanjutan, juga melakukan aktivitas yang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi daerahnya masing-masing melalui program Berbelanja Dekat Rumah (BERKAH).

"Secara realistis program ini akan membantu para pedagang untuk bertahan menghadapi krisis dan masyarakat memiliki alternatif produk yang bervariasi dari toko kelontong sesuai dengan kebutuhannya. SRC juga menyediakan “Pojok Lokal” yang menjual makanan khas dari wilayah masing-masing daerah,” ujar Ely.

Berbagai program dan inovasi tersebut, kata Ely, diharapkan dapat mendorong seluruh pedagang kelontong di Indonesia untuk bersama-sama bangkit dan terus melakukan aktivitas ekonomi sebagai wujud dukungan di tengah upaya memulihkan kondisi perekonomian tanah air.

Menteri Usaha Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Teten Masduki mengajak pelaku UMKM di Indonesia untuk tidak menyerah dengan kondisi pandemi dan tetap mengibarkan semangat serta sikap gotong royong.

Menyikapi situasi saat ini, Gigih menambahkan, optimisme pemulihan ekonomi Indonesia memang harus terus dibangun, didukung dengan konsistensi dan kolaborasi UMKM, pemerintah, perusahaan besar, dan masyarakat.

"Pemerintah juga patut mendapatkan apresiasi karena sudah berusaha memberikan stimulus kepada UMKM melalui penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pelaku UMKM dan pemerintah daerah,” demikian Gigih.

Saksikan video di bawah ini: