Komitmen Inggris pada Isu Dunia Terlepas dari Kesepakatan Brexit

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengeluarkan pernyataan tentang kesepakatan hubungan Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit. Menurut pihak kedubes, perjanjian ini menciptakan hubungan baru antara Kerajaan Inggris Raya dan Uni Eropa, hubungan yang didasarkan pada perdagangan bebas dan kerjasama persahabatan di antara kedaulatan yang sederajat.

"Sekarang Kerajaan Inggris Raya akan memanfaatkan kebebasan otonominya yang baru. Ini adalah awal dari babak baru dalam kisah nasional kami," demikian disampaikan Kedubes Inggris dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Kamis (31/12/2020).

"2021 akan menjadi kesempatan kami untuk menunjukkan apa arti Global Britain kepada seluruh dunia: kesepakatan perdagangan dengan pasar baru yang berkembang pesat, menegaskan kembali diri kami sebagai negara dengan perdagangan yang liberal dan bebas; dan bertindak dengan fondasi moral yang kuat, sebagai kekuatan yang mendukung kebaikan di dunia."

"Kami akan memiliki lebih banyak energi, waktu, dan kebebasan untuk berinteraksi dengan teman dan mitra kami di Asia. Abad ke-21 akan menjadi abad Asia, dan kita sekarang memiliki kapasitas lebih untuk membangun hubungan di kawasan ini, termasuk dengan Indonesia dan ASEAN."

Sebagai negara yang benar-benar memiliki visi Global, Inggris menyatakan tetap berkomitmen pada masalah-masalah penting saat ini dan memainkan peran dalam menciptakan dunia yang lebih baik, lebih adil, dan lebih aman untuk masa depan.

Ini termasuk mendorong pemulihan dunia dari COVID-19 melalui kepemimpinannya di G7; mengalokasikan dana kami secara tepat - dengan menjadi donor terbesar bagi mekanisme internasional untuk mendapatkan vaksin, terapi dan tes ke semua negara.

Kerajaan Inggris Raya sendiri telah menyumbangkan seperlima dari total dana global melalui ACT-Accelerator; dan bekerja sama untuk memperkuat pemerintahan yang demokratis dan menetapkan kerangka-kerangka kerja internasional.

Perjanjian ini hanyalah awal dari kemitraan baru Kerajaan Inggris Raya di Eropa, yang dibangun tidak hanya di atas ikatan persahabatan dan kerja sama, tetapi juga sebagai kedaulatan yang sederajat, dengan otonomi demokratis yang lebih besar, menyuarakan pendapat dengan jelas dan independen serta berbicara dan bertindak atas hal-hal yang penting bagi Kerajaan Inggris Raya.

Komitmen Inggris

Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)

Kerajaan Inggris Raya menyatakan bahwa akan tetap menjadi pendukung global untuk perdagangan bebas, mendorong bisnis, mengurangi biaya bagi konsumen, dan membantu negara-negara di seluruh dunia mencapai kemandirian ekonomi yang sejati.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Inggris-Jepang (CEPA), yang ditandatangani pada bulan Oktober tahun ini, adalah sebuah penjanjian perdagangan besar pertama Inggris sebagai negara perdagangan yang independen.

"Sekarang kami akan menindaklanjuti kesepakatan perdagangan dengan Australia, Selandia Baru, dan negara lainnya di dunia. Proses ini tengah berlangsung dengan 58 negara di seluruh dunia. Dengan Indonesia, kami akan menyelesaikan Tinjauan Perdagangan Gabungan Inggris dengan Kementerian Perdagangan Indonesia pada awal 2021 dan berencana mengadakan dialog perdagangan secara berkala untuk melihat potensi kerjasama dan kemitraan yang secara ekonomi saling menguntungkan."

"Di AS, kami berharap dapat memperbarui kemitraan kami yang sangat berharga dan sudah berjalan cukup lama untuk mengatasi ancaman baru dan menjadi kekuatan untuk kebaikan di panggung dunia, memajukan kepentingan bersama, dari perubahan iklim hingga perdagangan dan keamanan."

"Kami adalah pemimpin global dalam mengambil tindakan iklim, menjadi ekonomi besar pertama yang secara hukum mengabadikan komitmen mencapai nol emisi karbon bersih pada tahun 2050. Dan bersama Italia kami menjadi tuan rumah COP26 untuk menggalang upaya internasional dalam mengatasi perubahan iklim. Kami berkomitmen pada hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental."

"Kami telah menunjukkan fondasi moral warisan leluhur kami, dengan menetapkan rezim sanksi 'Magnitsky' Inggris, untuk meminta pertanggungjawaban kepada para pelanggar hak asasi manusia. Kami terus berkampanye secara global untuk kebebasan pers - bekerja dengan mitra seperti Indonesia – memperjuangkan pers yang bebas demi memperkuat perlindungan hak asasi manusia.Kami akan selalu menjadi negara global yang bervisi ke luar, siap bekerja dengan mitra baru dan lama di seluruh dunia. Kami yakin 2021 adalah tahun pemulihan dan pembaruan."

Saksikan Video Berikut Ini: