Komitmen pada Kesetaraan Gender, BUMI Optimalisasi Peran Perempuan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals atau SDGs yang digaungkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi ruh tersendiri bagi PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang menjadi salah satu bagian dalam SDGs tersebut, menjadi acuan penting dalam menciptakan dunia usaha yang berbasis pada kesetaraan gender.

Sebagai perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia, BUMI melalui unit usaha PT Kaltim Prima Coal (KPC) memegang teguh nilai 'gender equality' dalam proses rekrutmen, jenjang karir, dan penempatan tenaga kerjanya.

"KPC telah menerapkan sistem dan prosedur yang memberikan kesempatan karyawan untuk bekerja dan berkarir tanpa membedakan gender. Kebijakan sumber daya manusia yang ada menegaskan bahwa rekrutmen dan jenjang karir karyawan didasarkan pada kualifikasi dan kompetensi, bukan pada jenis kelamin," kata Deputy President Director BUMI, Adika Nuraga Bakrie, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 8 Juli 2021.

Penerapan kebijakan itu dibuktikan BUMI dengan banyaknya karyawan perempuan yang menempati berbagai posisi, mulai dari level pekerja lapangan yang disebut operator armada tambang hingga di level manajemen seperti Superintendent, Manager, bahkan ada yang menempati posisi Komisaris.

Di samping itu, karyawan perempuan KPC juga aktif dalam penulisan di jurnal-jurnal internasional, bahkan masuk dalam Top Ten Social Science Research Network dengan judul Employees as Public Relations Agents: Optimizing the Role of PR in Maintaining Reputation of Mining Industry.

Sedangkan di BUMI, karyawan perempuan ada di berbagai posisi seperti Manager, Sr. Manager, Vice President dan Director.

"Saat ini ada 128 pekerja perempuan KPC di level Operator. Kehadiran mereka di industri ini tidak hanya melalui seleksi ketat tapi juga pelatihan secara intensif," ujarnya.

Nuraga menjelaskan, para perempuan ini merupakan perempuan perkasa yang berasal dari beragam suku dan agama. Realitas mereka sebagai perempuan yang kerap diidentikkan dengan kaum yang lemah, tidak menghalangi prestasi kerja.

Tercatat, sekitar 45 operator perempuan pernah meraih penghargaan “the best operator” yang mengantarkan mereka berkompetisi di tingkat Asia. Hal tersebut membuktikan bahwa KPC memberi kesempatan sama kepada para pekerjanya.

Prestasi yang luar biasa juga bisa dilihat dari catatan data keselamatan. Sejak adanya operator perempuan hingga sekarang, belum ada catatan Lost Time Injury (LTI) yang melibatkan operator perempuan.

"Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa BUMI dan unit usaha telah merealisasikan kebijakan penghormatan HAM BUMI versi 1.0 untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan yang selama ini dinilai rentan pelanggaran hak asasi manusia," kata Nuraga.

"Kami bangga dengan prestasi ini, karena sebanyak 90 persen operator perempuan di KPC telah bekerja menjadi operator lebih dari 10 tahun, bahkan di antara mereka ada yang masa kerjanya di atas 25 tahun" ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel