Komjen Listyo Sigit Bukan Kapolri Pertama yang Non Muslim

Siti Ruqoyah, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo beragama Katolik. Listyo ditunjuk Presiden Jokowi menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Dari catatan VIVA, Kamis, 14 Januari 2021, ternyata Kapolri yang beragama non muslim sudah ada sebelumnya. Dia adalah Jenderal Widodo Budidarmo, Kapolri tahun 1974 - 1978. Agama Jenderal Widodo Kristen. Dalam hal pimpinan Polri, tidak ada kewajiban harus diisi oleh seorang muslim. Meski bukan muslim, nyatanya Komjen Listyo Sigit mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

Ada kejadian menarik saat Listyo mau menjabat sebagai Kapolda Banten tahun 2016. Ternyata, dia pernah ditolak oleh MUI Banten alasannya karena Listyo beragama non muslim. Penolakan tersebut ditanda tangani sejumlah ulama dalam sebuah petisi. Mereka juga berencana menemui Kapolri saat itu yakni Jenderal Tito Karnavian untuk meminta penjelasan.

Penolakan tersebut dikarenakan Kapolda baru non Muslim. Sementara Banten merupakan wilayah Kesultanan yang mayoritas penduduknya Islam.

Dari kalangan dewan, Wakil Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, dinamika soal pejabat non muslim adalah suatu hal yang biasa terjadi.

"Yang pasti polri adalah lembaga negara bukan lembaga dakwah, jadi (polri) yang di dalamnya macam-macam agama," ucap Sahroni saat dihubungi VIVA.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menambahkan, Indonesia sebagai negara Pancasila, semua warga negara memiliki hak dan kedudukan yang sama.

"Jadi jangan jadikan agama sebagai sumber masalah. Mari kita gunakan agama sebagai sumber persatuan, kesatuan dan kerukunan," ucap Jazilul.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud menilai Komjen Listyo sebagai tunggal calon Kapolri sudah melalui pertimbangan matang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut dia yang terpenting dalam pengangkatan pembantu Presiden adalah amanah, kafaah dan kifayah. "Tiga hal ini yang penting," kata Marsudi, Kamis, 13 Januari 2021.

Marsudi menekankan, pihaknya tak mempermasalahkan latar belakang Listyo Sugit meskipun non-muslim. Menurutnya, latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum.