Komjen Petrus Cerita Hasil Penelusuran Intel BNN di Aceh

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) berhasil menggagalkan jaringan narkotika internasional yang akan mengedarkan narkotika jenis sabu sebanyak 324,3 kilogram di tanah air. Jumlah narkotika yang fantastis ini dimasukan oleh jaringan pengedar narkoba dari Thailand dan Aceh.

Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intel BNN di kawasan Aceh. Dalam pengungkapan kasus ini, BNN RI bekerja sama dengan pihak Bea dan Cukai.

"Pertama adalah jaringan Thailand dan Aceh Timur. Dari penyelidikan yang kami lakukan di Aceh, tim kami berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 105,5 kilogram," kata Petrus, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BNN RI, Jalan Letjen MT Haryono, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis 19 Agustus 2021.

Dilanjutkan Petrus, bahwa penyelidikan ini dilakukan terhadap seorang pria berinisial Sy (36), yang diketahui berlayar dari Thailand menuju Aceh Timur menggunakan speedboad, pada Kamis lalu, 12 Agustus 2021. Setibanya di Aceh Timur, Sy dibekuk oleh petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang, Kecamatan Idi Rayeuk.

"Dari tangan tersangka Sy ini, petugas menyita barang bukti berupa 100 bungkus teh Cina warna hijau yang dibagi ke dalam 4 (empat) karung, dengan berat total mencapai 105,5 kilogram. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mengaku diperintahkan oleh JP alias JY, yang kemudian kemudian memerintahkan Sy untuk bertemu dengannya di tengah laut untuk mengambil sabu ini," lanjutnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, Sy ternyata telah mengambil sabu tersebut sesuai perintah JP alias JY yang dibantu oleh R dan F untuk bongkar muat narkotika tersebut. "R, F dan JP alias JY masih dalam Pencarian (DPO)," tambah Petrus.

Pengungkapan kasus berikutnya adalah jaringan Aceh yang oleh petugas berhasil mengamankan 218,8 kilogram narkotika jenis sabu. Pihak BNN bersama Bea dan Cukai melakukan operasi laut indikasi terpadu terhadap sindikat narkotika berinisial T alis CM.

Dalam kasus ini, jelas Petrus, petugas mengamankan lima orang tersangka. Masing-masing berinisial B alias Y (39), T alias CM (52), ES alias E (26), AN alias WY (44), dan Ay alias R (52).

"Petugas pertama kali membekuk AY alias R dan B alias Y yang diduga sebagai penjaga gudang berisi 198 bungkus sabu dengan berat total mencapai 218,8 kilogram. Keduanya dibekuk di kawasan Pulau Beureh, Banda Aceh, usai mengendarai speedboat untuk mengambil shabu di kawasan Wisata Kuliner, pada Jumat lalu, 13 Agustus 2021," jelas dia.

Dari penangkapan ini, petugas kemudian mengamankan T alias CM di Jalan Raya Medan-Banda Aceh. T diketahui merupakan pengendali dari penyelundupan dan peredaran narkotika ini.

"Keesokan paginya, pada Sabtu 14 Agustus, petugas mengamankan tersangka lainnya. Mereka adalah Es alias E, dan AN alias WY yang ditangkap di tempat terpisah," sebut Petrus.

Akibat perbuatanya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman yang diberikan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel