Komnas Anak: Bupati Aceng Bisa Dipidana Penjara

TEMPO.CO , Jakarta: Komisi Nasional (Komnas) Anak mengatakan Bupati Garut Aceng HM Fikri bisa dijerat pidana karena menikahi anak di bawah umur. Aceng dianggap menyalahi Pasal 89 Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Menyalahi pasal 83 UU Perlindungan Anak," ujar Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 4 Desember 2012. Dalam pasal itu dijelaskan, setiap orang yang perdagangkan, jual, atau menculik anak bisa dikenai pidana maksimal 15 tahun penjara atau denda maksimal Rp 300 juta rupiah.

Aceng dianggap melanggar pasal tersebut karena pada saat menikahi korban, Fany Octora masih berusia di bawah 18 tahun. Saat dinikahi Aceng Juli lalu, Fany masih berusia 17 tahun 9 bulan. "Ia 18 tahunnya baru Oktober kemarin," ujarnya.

Terkait dalil Aceng yang mengaku sah menikahi Fany karena mengacu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Arist menilai, tak dapat melanggar aturan. Dalam undang-undang lawas itu dijelaskan bahwa setiap perkawinan harus dicatatkan. "Tidak patuh pada undang-undang itu," ujarnya.

Pernikahan siri ini juga dianggapnya menyalahi etika pemerintahan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 1983. Menurut Arist, di sana disebutkan bahwa pejabat pemerintah yang hendak menikah lagi harus mendapat izin tertulis dari istri. "Bila hanya lisan, tidak sah itu," ujarnya.

Itulah yang membuat Arist menganggap apa yang dilakukan Aceng terhadap Fany bisa dianggap melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. "Apalagi di sini terjadi hubungan seksual kan," ujarnya. Ia mengatakan, secara umum apa yang dilakukan Aceng adalah pelecehan terhadap kaum wanita.

Arist berjanji akan mengawal proses hukum kasus ini. "Kami kawal agar dapat sanksi pidana," ujarnya. Soal turun atau tidak Aceng dari takhta bupatinya, ia tak mau mempersoalkan. "Yang penting ia mendapat keadilan," ujarnya.

Fany yang ketika menikah dengan Aceng masih di bawah umur itu hanya empat hari dinikahi Aceng pada Juli lalu. Ada beberapa alasan pribadi yang membuat Aceng menceraikan istri mudanya itu.

M. ANDI PERDANA

 

Berita Terkait:

Didemo, Bupati Aceng Anggap Wajar 

Bupati Garut Aceng Dapat Kiriman Celana Dalam 

Bekas Istri Bupati Aceng Mendadak Sakit 

Sikap Mabes Polri Soal Skandal Bupati Aceng

Skandal Bupati Aceng, Orang Tua Fany Bersaksi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.