Komnas dorong pendataan penyandang disabilitas yang akurat

Ketua Komisi Nasional Disabilitasi, Dante Rigmalia, tengah mendorong pendataan akurat terkait jumlah penyandang disabilitas yang ada di Indonesia dengan keberadaan data berpengaruh terhadap layanan yang diberikan kepada mereka.

"Hal mendasar yang saat ini didorong, termasuk oleh Staf Khusus Presiden Angkie (Yudistia), untuk bisa lakukan adalah pendataan yang akurat dan terpercaya mengenai jumlah penyandang disabilitas," kata Ketua Komnas Disabilitas Dante dalam acara Women 20 (W20) yang diikuti virtual dari Jakarta, Rabu.

Dalam acara yang membahas perempuan di pedesaan dan disabilitas itu, Dante mengatakan data yang akurat mengenai penyandang disabilitas di Indonesia mempengaruhi layanan yang diberikan kepada mereka. Beberapa layanan itu termasuk terkait pendidikan, kesehatan, sosial dan pekerjaan.

"Yang pada akhirnya akan memangkas bahkan menghilangkan eksploitasi terhadap penyandang disabilitas," katanya dalam acara yang diadakan secara langsung di Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Komnas Disabilitas: Perempuan disabilitas alami diskriminasi berlapis

Baca juga: Dua Menteri batal hadiri kegiatan W20 di Manokwari

Secara khusus dia menyoroti diskriminasi berlapis yang dialami perempuan penyandang disabilitas. Diskriminasi terjadi karena keberadaannya sebagai perempuan dan juga penyandang disabilitas yang menimbulkan kerentanan baik terkait kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan hubungan keluarga.

Tantangan yang lebih besar dialami oleh perempuan dengan disabilitas yang bermukim di wilayah pedesaan, katanya.

Padahal perempuan dengan disabilitas adalah perempuan yang memiliki potensi, kebutuhan, minat serta cita-cita yang sama seperti perempuan lainnya.

"Kami juga mampu mengambil peran dalam pembangunan," tutur Dante.

Untuk itu, pemenuhan hak penyandang disabilitas, secara khusus perempuan, harus dilakukan dengan pandangan bahwa disabilitas merupakan bagian integral dari pembangunan yang adil, setara dan tidak diskriminatif.

Adanya pembangunan yang inklusif mengamanatkan kesadaran, aksesibilitas, keterlibatan dan dukungan bagi penyandang disabilitas baik di perkotaan sampai pedesaan bahkan sampai wilayah terluar, terpencil dan tertinggal.*

Baca juga: Polda Papua Barat jamin keamanan selama W20 dan Y20 di Manokwari

Baca juga: Pertemuan keempat W20 bahas seputar advokasi perempuan perdesaan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel