Komnas HAM: Adegan Brigadir J Hendak Membopong Putri Candrawathi Tak Dimainkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Komnas HAM mengungkapkan ada satu adegan yang tak dimainkan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (30/8). Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan adegan tersebut merupakan satu rangkaian penting saat peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.

Adegannya, ketika Brigadir J hendak membopong istri Sambo, Putri Candrawathi.

"Iya (adegan membopong itu) di Magelang," ungkap Choirul Anam dalam konferensi pers di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9).

"Yang dibopong itu adalah reka adegan yang terjadi di tanggal 4 bukan 7 (Juli)," terangnya.

Sedangkan untuk kejadian dugaan pelecehan seksual terjadi pada 7 Juli. Namun, Anam enggan menjelaskan lebih lanjut kasus membopong itu.

"Tetapi itu (adegan membopong) memiliki satu rangkaian peristiwa yang juga penting gitu ya. Soal terkait tanggal 7 itu ke Komnas Perempuan saja," bebernya.

Sebelumnya, proses rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat sempat memunculkan pertanyaan terkait adegan awal yang diperagakan para tersangka. Peragaan yang tidak ditayangkan Youtube TV Polri itu ternyata bukanlah pelecehan seksual.

Rekonstruksi dilangsungkan di tiga lokasi. Adegan pada TKP di Magelang, Jawa Tengah, diperagakan di sebuah aula. Dua lokasi lainnya di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling, sampai ke rumah dinas Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga.

Total 74 reka adegan diperagakan selama lebih kurang 7,5 jam, sejak pukul 10.00 WIB sampai sekitar pukul 17.30 WIB.

Awal reka ulang yang tidak ditampilkan Youtube TV Polri ternyata bermula dari peragaan kejadian di Magelang, Senin, 4 Juli 2022. Ketika itu, Brigadir J hendak membopong Putri Candrawathi karena merasa kelelahan, namun ditegur Kuat Ma'ruf. Bharada E alias Richard Eliezer juga ada di sana.

"Peristiwa yang di Magelang tanggal 4, Ibu PC sedang nonton televisi, terus J mau bopong ajak Richard, ditegur sama Kuat," papar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Rabu (31/8).

Dalam adegan itu, Taufan yang menyaksikan langsung proses rekonstruksi juga mengakui bahwa ancaman dari Kuat kepada Brigadir J atas tindakannya mau membopong Putri.

"Dia hanya mau bopong tapi enggak terjadi, karena langsung dilarang, 'Hei jangan, apaan Kau?'," kata Taufan sambil menirukan ancaman yang dilontarkan Kuat.

"Ada upaya mereka menganggap itu tidak lazim. Mereka bilang enggak senonoh, masa dia (Brigadir J) mau bopong ibu, walaupun dia nggak sendiri, dia ajak si Richard, tapi belum dilakukan, ditegur (Kuat)," sambungnya. [ded]