Komnas HAM Analisis 233 Video Ungkap Tembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Komnas HAM menyampaikan hasil investigasinya terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan lebih dari 100 orang penonton. Peristiwa itu terjadi hanya selang beberapa saat setelah laga Persebaya vs Arema Malang berakhir pada tanggal 1 Oktober 2022 silam.

Hasil investigasi menguatkan penyebab utama meninggalnya penonton yang juga fans Arema karena penggunaa n gas air mata secara berlebihan yang ditembakkan kepolisian.

"Penggunaan gas air mata dilakukan antar pihak keamanan secara berlebihan," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (2/11).

Investigasi penggunaan air mata di Stadion Kanjuruhan dianalisis Komnas HAM dari 233 video yang merekam kekacauan situasi saat itu. Selain menganalisis jumlah tembakan, Komnas HAM juga mengamati arah tembakan gas air mata.

"Jadi kami analisis per menit, per detik siapa yang tembak siapa, yang tembak arah ke mana tembakannya," sambungnya.

Mengacu pada 200-an video itu, sambung Choirul, diketahui tembakan gas air mata dilepaskan sebanyak sebelas kali. Tembakan dilakukan dalam rentang waktu 9 detik ke arah tribun Selatan atau bagian selatan.

"Diperkirakan tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun selatan dan tribun utara sebanyak 21 kali. Pada video terlihat 15 tembakan, enam lainnya terdengar berupa dentuman," katanya.

Tembakan air mata kemudian sempat berhenti. Selang dua menit kemudian, katanya, kembali terjadi tembakan gas air mata.

"Itu yang membuat kami tidak hanya menganalisis soal jumlah, tapi juga eksesifnya," katanya.

Selanjutnya, sambung Choirul, setelah situasi kembali dipegang oleh pihak keamanan, 2 menit berikutnya gas air mata ditembakkan lagi. Mengacu video yang dianalisis, tembakan gas air mata kembali terjadi pukul 22.00 Wib, dan kembali terulang pada pukul 22.15 Wib sebanyak 24 kali.

"Berdasarkan temuan, total gas air mata yang ditembakkan dalam stadion pada peristiwa itu sebanyak 45 kali, 27 tembakan terlihat dalam video dan 18 lainnya hanya terdengar," katanya.

Jenis Senjata Tembak Gas Air Mata

Melihat banyaknya gas air mata yang ditembakkan dan mengamati senjata gas air mata yang digunakan, diduga untuk satu kali tembak bisa melepaskan dua bahkan lima gas air mata.

"Amunisinya sekali ditembakkan pecah-pecah kayak flash bom. Ada yang super, ada yang flat sebelumnya ada lima kali tembakan. Jadi kalau ada 45 kali tembakan masing-masing keluar tiga amunisinya keluar itu amunisinya bisa kurang lebih 135 kali. Tapi itu hanya asumsi," tutup Choirul Anam. [lia]