Komnas HAM Bakal Uji Temuan Baru saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengonfirmasi bakal hadir dalam agenda rekonstruksi kasus kematian Brigadir J yang digelar Tim Khusus (Timsus) Polri, Selasa (30/8) hari ini.

"Karena komitmen kami dengan Timsus sejak awal memberikan akses mereka akan bekerja secara transparan dan akuntabel, kami menghormati undangan dari Timsus ini," kata Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam kepada wartawan.

Atas bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam mengusut kasus pembunuhan Brigadir J, Anam pun mengatakan bahwa pihaknya akan menguji hasil temuan baru Komnas HAM dengan kronologi yang dilakukan saat rekontruksi nanti.

"Yang kedua ini penting bagi komnas ham, untuk melihat lagi sebenarnya berbagai keterangan itu bagaimana , duduk perkaranya. Sehingga melihat ruang TKP dengan rekonstruksi itu akan menguji keterangan yang sudah kami dapatkan," tuturnya.

"Yang berikutnya, adalah juga menguji beberapa hal, baru kami dapatkan. Kesesuaian waktu, peristiwa, yang baru kami dapatkan," tambah dia.

Meski tidak menyebut apa temuan baru itu, namun Anam mengatakan jika pihaknya telah mempersiapkan segala bentuk hasil penyelidikan Komnas HAM selama ini untuk kemudian dikonfirmasi dari hasil rekonstruksi.

"Untuk rekonstruksi ini kami memang sudah mengonsolidasi keterangan yang penting, bukti-bukti yang penting, dan mengonsolidasi temuan yang penting bahkan semua. Terbaru dari kami," terangnya.

Kapolri Jamin Rekonstruksi Transparan

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaksanaan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan akan berjalan secara transparan. Adapun Timsus Polri telah menjadwalkan agenda tersebut pada Selasa, 30 Agustus 2022 mendatang.

"Semuanya transparan tidak ada yang kita tutupi. Kita proses sesuai dengan fakta dan itu janji kita," tutur Listyo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (28/8)

Listyo enggan merinci terkait mekanisme pelaksanaan rekonstruksi tersebut. Yang pasti, kelima tersangka yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Ma'ruf akan turut dihadirkan dalam proses rekonstruksi.

"Itu teknis ya itu, biar diserahkan ke penyidik. Yang penting saya doakan kalau kita semua tetap seperti komitmen kita," kata Listyo.

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akan dipertemukan dengan Ferdy Sambo saat rekonstruksi di Kompleks Polri RT 5 RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8).

Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf atau KM dan Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR akan memperagakan adegan-adegan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengkonfirmasi Bharada E akan memperagakan secara langsung dalam rekonstruksi tersebut.

"Ya mas info dari penyidik gitu," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (27/8).

Dedi mengungkapkan alasan menghadirkan Bharada E salah satunya untuk membuat terang peristiwa yang terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Agar JPU mendapat gambaran fakta di TKP," ucap dia.

Lebih lanjut Dedi menyampaikan, informasi yang diterima dari tim khusus Polri bahwa rekonstruksi hanya akan digelar di lokasi tewasnya Brigadir J.

"Infonya fokus di Duren 3 dahulu. Nanti nunggu selasa aja," tandas dia.

Untuk diketahui, lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, antara lain Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka RR alias Ricky Rizal, Kuat Maruf alias KM, Irjen Ferdy Sambo alias FS, dan Putri Candrawathi alias PC.

Pada kasus ini, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto 55 dan 56 KUHP.

Sedangkan, Brigadir RR dan KM dipersangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Sementara Ferdy Sambo dipersangkakan dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP. Selanjutnya, Putri Candrawathi disangkakan dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56. [ded]