Komnas HAM: Istri Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J Pakai Petugas PCR Swasta

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap, jika layanan tes PCR Covid-19 yang dipakai oleh istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigadir J, Bharada E serta asisten rumah tangga (ART) lainnya adalah pihak swasta. Bukan dari layanan yang disediakan dari kepolisian.

Hal itu diungkap, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ketika menjawab alasan dalam pemeriksan hari ini petugas tersebut tidak bisa dihadirkan di kantor Komnas HAM bersamaan dengan pemeriksaan ajudan dan ART.

"Kami memang mendapatkan hasil PCR walaupun petugas PCR-nya pada kesempatan tadi belum sempat untuk datang. Kita hubungi memang dia swasta, bukan anggota Kepolisian. Sehingga prosesnya harus lebih bisa berkomunikasi," ucap Anam saat jumpa pers, Senin (1/ 8).

Meski tidak datang, kata Anam, hal itu tidak terlalu menghambat proses penyelidikan kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Sebab, hasil dari tes PCR tersebut telah dikantongi pihaknya.

"Itu yang tadi tidak datang. Dari sekian yang kita panggil, dari adc datang, dari ART datang, dan dari petugas PCR tidak datang. Namun demikian, kami mendapatkan hasil PCR-nya," ucapnya.

Kantongi Dokumen Penting

Bahkan dari hasil pemeriksaan ini, Anam menyebut pihaknya mendapatkan dokumen yang dapat mengkonfirmasi kronologi waktu sejak awal berangkat dari Magelang, tiba di Jakarta, sampai ke rumah pribadi yang berada di jalan Saguling, di kawasan Duren Tiga.

"Jadi constraint waktu itu kan bercerita sejak awal apa yang terjadi di tanggal sekian, jam sekian, dan sebagainya. Dan itu kami juga ditunjukkan dengan satu dokumen," ucapnya.

"Jadi tidak hanya berupa keterangan, tapi juga ada dokumennya. Dokumen ini yang nantinya kami juga akan cek. Walaupun ini ada keterangan, terus kami ditunjukkan dengan bukti dokumen, dokumen ini yang akan kami cek validitasnya," sebutnya.

Anam mengatakan, proses validasi ini dokumen tersebut penting guna melapisi berbagai bukti, dokumen, keterangan yang sudah dapatkan Komnas HAM.

"Sampai detik ini, proses yang dilakukan oleh Komnas HAM terkait constraint waktu semakin lama semakin padat. Apa kepadatannya, tidak hanya soal angka waktu tetapi juga berbagai kekayaan keterangan. Tinggal Komnas HAM menguji berbagai keterangan itu. Dokumen A kita akan uji, informasi A juga kita akan uji," bebernya.

Kemajuan Signifikan

Di samping itu, Komnas HAM menegaskan, jika dalam pemeriksan hari ini telah mendapatkan kemajuan yang signifikan atas pengusutan kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Dengan hasil pengambilan keterangan satu ajudan atau adc dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Kira-kira proses hari ini kemudian memang kami mendapatkan kemajuan yang cukup signifikan," ucap Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara saat jumpa pers, Senin (1/ 8).

Beka mengatakan, kemajuan itu didapat dari keterangan perihal tes PCR yang dilakukan Brigadir J, Bharada E, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, dan sejumlah art setibanya dari Magelang ke rumah pribadi yang ada di Jalan Saguling yang tak jauh dari rumah dinas tempat baku tembak.

"Pertama adalah adc dari Irjen Ferdy Sambo, kedua adalah asisten rumah tangga dari Ferdy Sambo dan Bu Putri. Terus satunya itu gak datang yaitu petugas kesehatan yang pada hari Jumat melakukan tes PCR kepada beberapa orang yang ada di rumah pribadi yang ada di Jalan Saguling," ucapnya.

Meski dalam pemeriksaan hari ini petugas PCR tak datang, namun Beka memastikan jika hasil dari tes pcr tersebut telah berhasil diketahui sebagai bukti penyelidikan Komnas HAM.

Sehingga berkaitan kronologi waktu setiap kejadian sebelum insiden baku tembak yang terjadi pada pukul 17.00 Wib di rumah dinas usai jalani tes PCR di rumah pribadi telah semakin lengkap.

"Artinya sudah ada hasilnya dari Tes PCR yang dilakukan di rumah Saguling. Yang lain juga soal kerangka kerangka waktu yang dikerjakan atau dilakukan oleh orang orang tersebut, pihak pihak yang sudah kami periksa," ucapnya.

Update Kasus

Sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Dimana ketiga kasus ini telah dinyatakan naik penyidikan. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel