Komnas HAM: Kondisi Intoleransi di Indonesia Membaik, Tapi Masih Ada PR

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, isu intoleransi, ekstrimisme dengan kekerasan secara umum di Indonesia dalam keadaan membaik.

Dia pun melansir data dari Kementerian Agama bahwa indeks kerukunan umat beragama terus naik. Tahun 2021 indeksnya menjadi 72,39 persen.

Meski demikian, lanjut Beka, Komnas HAM melihat masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera ditangani dengan baik.

"Jadi tahun 2020 indeksnya itu 67,46 persen tapi di tahun 2021 indeks ini naik menjadi 72,39 persen artinya secara umum kondisi umat beragama di Indonesia membaik tetapi memang masih ada PR yang harus segera ditangani," kata dia dalam Catatan Akhir Tahun Komnas HAM, Selasa (28/12/2021).

PR yang dimaksud misalnya masih saja ada minoritas agama di suatu wilayah, sulit mendirikan tempat ibadah. Selain itu Komnas HAM juga menyoroti kasus yang dialami oleh Ahmadiyah.

"Utamanya kalau kita bicara soal dari kelompok Ahmadiyah itu yang paling paling banyak menjadi korban," kata beka.

Pelanggaran Ibadah Masih Terjadi

Masalah pelarangan ibadah juga masih terjadi. Seperti di Lampung dan Jambi masih ada yang dilarang untuk melaksanakan ibadah Natal.

"Saya kira ini juga masih menjadi PR bersama. Itu yang pertama terkait dengan isu intoleransi dan ekstremisme dengan kekerasan," kata Beka.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel