Komnas HAM Minta Perempuan Lain Diperlakukan Sama seperti Putri Candrawathi

Merdeka.com - Merdeka.com - Perlakuan khusus pihak Kepolisian kepada Putri Candrawathi (PC), salah seorang tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, menjadi sorotan publik. Komnas HAM meminta agar kepolisian memberikan perlakuan sama kepada semua perempuan yang berhadapan dengan hukum.

"Jadi kan sekarang banyak berkembang dan opini bahwa seolah-olah PC diistimewakan begitu dibandingkan dengan perempuan lainnya itu. Nah pada titik itu ya perlakuan dari kepolisian terhadap PC ini harus jadi standar untuk memperlakukan perempuan perempuan lain ke depannya," ujar Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara, Kamis (1/9).

Beka mengatakan, perempuan sebagai korban kekerasan harus didampingi psikologi untuk menguatkan dan memulihkan trauma, sehingga kemudian bisa menceritakan kejadian sebenarnya.

"Jadi bukan kemudian seolah banyak perempuan kemudian ada yang dipenjara terus tanpa pendampingan dan lain sebagainya. Ini justru kita harus mendorong supaya polisi bisa membangun standar yang baik terkait dengan penanganan perempuan korban kekerasan," ujar dia.

Bagian Rekomendasi

Pernyataan ini merupakan penggalan dari rekomendasi khusus yang akan diberikan kepada kepolisian menyusul rampungnya pemantauan dan penyelidikan kasus Brigadir J.

"Berdasarkan dari kesimpulan dari temuan dan analisa fakta peristiwa terkait peristiwa pembunuhan J. Komnas HAM menyampaikan rekomendasi kepada Kepolisian Republik Indonesia sebagai institusi negara yang memiliki kewenangan penegakan hukum di Indonesia," ujar dia.

Beka menerangkan, ada rekomendasi menguatkan kelembagaan UPPA sebagai Direktorat agar menjadi lebih independen dan profesional dalam penanganan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk kekerasan seksual.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]