Komnas HAM Pastikan Kepemilikan Senjata Brigadir J & Bharada E

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali melanjutkan pemeriksaan guna mendalami hasil uji balistik yang dilakukan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri atas insiden penembakan yang menewaskan Brigadir J di Rumah Dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Jadi agenda hari ini terutama kami akan meminta keterangan terkait uji balistik yaitu soal senjata yang digunakan, terus kemudian peluru dan juga hal-hal lain yang terkait dengan penggunaan senjata maupun peluru itu," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Absara di kantornya, Jumat (5/ 8).

Adapun, Tim Komnas HAM juga akan mengecek terkait nomor registrasi senjata api. Hal itu juga berkaitan kepastian senjata yang disebut dalam baku tembak antara Brigadir J memakai senjata HS-19 sedangkan Bharada E memakai Glock-17.

"Misalnya begini registernya atas nama siapa senjata tersebut, terus kemudian pelurunya apakah ada yang pecah atau tidak. Kalau ada yang pecah itu apakah kemudian identik dengan ketemu tidak pecahannya dengan yang lain bagian peluru yang lain," ujarnya.

Selain memastikan senjata itu, Beka menambahkan, jika dalam pemeriksaan terhadap Puslabfor Polri ini juga tidak menutup kemungkinan untuk mendalami temuan-temuan lain yang didapat Tim Khusus kepolisian.

Adapun dalam pemeriksaan hari ini doketahui rombongan Tim Labfor datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan. Mereka datang pukul 08.35 WIB, sementara jadwal pemeriksaan pukul 09.00 WIB.

Mereka kompak datang menggunakan batik. Rombongan itu langsung memasuki kantor Komnas HAM dan menaiki anak tangga menuju ruang pemeriksaan.

Perubahan Jadwal

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal melakukan uji Balistik, pada Jumat (5/8) yang semula dijadwalkan Rabu (3/8). Hal itu guna mendalami kasus kematian Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menjelaskan, perubahan jadwal tersebut agar bisa memaksimalkan proses pemberian keterangan sekaligus pendalaman data dan fakta dalam mengungkap kasus kematian Brigadir J.

"Kami harapannya begini Karena ditunda keterangan yang disampaikan jadi lengkap jadi detail, dan kemudian juga nantinya ketika proses permintaan keterangan mereka tidak ada lagi penjadwalan ulang, karena memang informasinya sudah diberikan semua," katanya kepada wartawan, Kamis (4/8).

Perihal pemeriksaan Siber, dia mengaku pihaknya hari ini baru mendapatkan konfirmasi hanya untuk uji balistik.

"Konfirmasinya hari ini, artinya apakah konfirmasinya dengan siber, tapi yang jelas hari Jumat balistik tapi nanti kalo kami komunikasi dengan timsus kemudian mereka ada menghadirkan siber dalam sesi yang berbeda nanti kita liat, tapi konfirmasinya baru hari ini," terangnya.

Update Kasus

Sekedar informasi jika dalam kasus penyidikan insiden berdarah di Rumah Dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan dengan pasal 338 jo Pasal 55 dan 56 KUHP ancaman maksimal 15 tahun.

Terkait motif maupun kronologi kasus ini yang saat ini telah ada tiga laporan polisi (LP) tengah ditangani Tim Khusus Polri usai dua kasus yang sebelumnya ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan ancaman pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel