Komnas HAM Periksa Ajudan & ART Irjen Pol Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah melangsungkan pemeriksaan terhadap satu ajudan atau adc serta asisten rumah tangga (art) Irjen Pol Ferdy Sambo pada Senin (1/8) hari ini.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, ajudan dan sejumlah art hadir sekitar pukul 10.15 Wib, mereka datang dengan pengawalan ketat dari petugas security Gedung Komnas HAM.

Adapun kehadiran ajudan Ferdy Sambo pada hari ini, sebagai tindak lanjut tidak hadirnya pada pemeriksaan pada selasa (26/7) pekan kemarin. Sementara terlihat juga seorang wanita yang menggunakan baju putih dan kerudung hitam ikut dalam rombongan itu tersebut.

Berselang beberapa waktu juga terlihat Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan yang tiba sekitar pukul 11.22 WIB. Kehadirannya untuk mendampingi pemeriksaan hari ini.

"Iya dampingi," ucap Ramadhan saat ditanya awak media.

Sedangkan terkait pemeriksaan, Ramadhan masih enggan untuk memberikan komentar. Dia mengatakan akan angkat bicara apabila pemeriksaan hari ini sudah selesai.

"Nantinya saya sampaikan," ucapnya.

Adapun pemeriksaan kepada ajudan dan art Irjen Pol Ferdy Sambo ini dilakukan guna mendalami insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Dimana Sampai dengan pukul 12.01 Wib rombongan ajudan dan art masih melangsungkan pemeriksaan di Gedung Komnas HAM.

Fakta Yang Ditemukan

Sebelumnya, sejak sepekan lalu (25/7) Komnas HAM telah merampungkan sejumlah pemeriksaan yang telah mendapatkan beberapa fakta temuan. Mulai dari Tim Forensik Polri yang dipimpin Kapusdokkes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana guna mendalami hasil autopsi jasad Brigadir J.

Dimana dalam pemeriksaan ini didapat salah satu bukti terkait insiden baku tembak polisi dengan polisi. Salah satunya, soal karakteristik luka tembak yang berasal dari jarak dekat.

"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda- beda. Itu dari hasil pendalaman kami," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada wartawan, Selasa (26/7).

Selanjutnya, Komnas HAM juga telah memeriksa enam dari tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo pada Selasa (26/7) termasuk Bharada E. Sosok utama yang diduga terlibat dalam baku tembak.

Dari hasil pemeriksaan para ajudan, Komnas HAM telah menemukan bukti jika Brigadir J masih hidup ketika tiba di Jakarta pada hari sebelum insiden baku tembak, Jumat (8/7).

"Forum tertawa-tawa itu forum antara ADC (ajudan) ya, sebelum kematian, lokasinya di Jakarta," kata Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, Rabu (27/7).

Hal itu senada dengan bukti yang diserahkan Tim Siber Bareskrim Polri dari hasil rekaman CCTV serta data dokumen digital menunjukan kalau Brigadir J masih hidup usai perjalanan dinas dari Magelang-Jakarta.

Temuan itu diperkuat dari hasil pemeriksaan dengan tim Siber Bareskrim Polri, dengan telah diperlihatkannya rekaman CCTV yang menampilkan Istri Ferdy Sambo, Bharada E, sampai Brigadir J yang sedang mengikuti tes kesehatan PCR di salah satu rumah di Komplek Perumahan Polri

Selain CCTV, dari Tim Siber juga telah memberikan data jejaring komunikasi guna menjelaskan titik lokasi di sekitar rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo ketika Jumat (8/7) lalu.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan printnya," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat jumpa pers, Rabu (27/7).

Cell dump merupakan data mentah buangan ponsel yang diterima Komnas HAM dari Siber Bareskrim Polri sebagai data dokumen digital. Yang diperoleh dari Base Transceiver Station atau disingkat BTS di empat titik lokasi sekitar Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore.

"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yg terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," ucapnya.

Update Kasus

Sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Dimana ketiga kasus ini telah dinyatakan naik penyidikan. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel