Komnas HAM perjuangkan pemajuan HAM kelompok marginal

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI akan memperjuangkan pemajuan HAM kelompok marginal yang terdiri atas disabilitas, pembantu rumah tangga, pekerja migran, lanjut usia, dan masyarakat adat.

"Kami ingin memperkuat pemajuan HAM, baik itu hak ekonomi, sosial, maupun politik, terutama memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak," kata Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Anis Hidayah di Jakarta, Senin.

Anis Hidayah menyebutkan beberapa di antara mereka yang masuk ke dalam kelompok marginal, yaitu pembantu rumah tangga dan pekerja migran tidak mendapatkan hak-hak dasarnya. Bahkan, kelompok tersebut cenderung rentan mengalami kekerasan.

Selain itu, termasuk juga soal hak-hak lain, misalnya pendidikan, hak mendapatkan hidup yang layak, kesehatan maupun menjamin agar bisa ikut berpartisipasi secara berkualitas di tengah masyarakat.

"Jadi, kelompok ini akan kami perkuat, termasuk bagaimana mereka mendapatkan akses dalam pemenuhan haknya," ujar dia.

Usai melakukan rapat paripurna perdana, Ketua Komnas HAM periode 2022—2027 Atnike Nova Sigiro mengatakan bahwa sembilan anggota Komnas HAM menetapkan sembilan program prioritas kerja selama 6 bulan ke depan.

Pertama, kata dia, pelanggaran HAM yang berat; kedua, permasalahan HAM di Tanah Papua, konflik agraria, kelompok marginal (disabilitas, pekerja migran, masyarakat adat, dan pembantu rumah tangga).

Selanjutnya, perlindungan pembela HAM, kebebasan beragama dan berkeyakinan, bisnis dan HAM, antisipasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dan terakhir pemantauan RANHAM 2022—2024.

Baca juga: Anggota terpilih akan musyawarahkan pengurus baru Komnas HAM
Baca juga: Rapat paripurna tetapkan Atnike Nova Sigiro Ketua Komnas HAM 2022-2027