Komnas HAM: Putri Candrawathi Ceritakan ke Ferdy Sambo Peristiwa Merendahkan Martabat

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Putri Candrawathi menceritakan peristiwa di Magelang kepada Ferdy Sambo. Peristiwa itulah yang disebut-sebut merendahkan martabat.

Peristiwa itu terekam saat rekonstruksi dalam adegan Ferdy Sambo memeluk dan mencium Putri Candrawathi di sofa lantai tiga rumah pribadi di jalan Saguling, Jakarta Selatan.

"Ya ngobrol, artinya kan Bu putri menceritakan kejadiannya, apa yang di Magelang itu dianggap merendahkan harkat dan martabat," kata Beka kepada wartawan, Rabu (31/8).

Lantas usai perbincangan antara Sambo dengan Putri ketika Jumat (8/7) sebagaimana gambaran dalam rekonstruksi. Masuklah, adegan perencanaan pembunuhan berencana ketika Sambo memanggil Bharada E, Bripka RR, dan KM secara satu-persatu.

Proses perencanaan itu terjadi pada hari itu usai Sambo mendengar kejadian dialami Putri di Magelang yang diduga dilakukan Brigadir J. Alhasil, proses perencanaan pembunuhan itu terjadi pada hari yang sama.

"Kalau sudah lama (rencana pembunuhan disiapkan), enggak lah," terang Beka

Dalam pantauan adegan menceritakan itu terlihat dalam salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, di ruangan lantai 3 rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Ketika, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memeluk dan mencium Putri Candrawathi. berawal ketika Ferdy Sambo sedang duduk di sofa lantai 3 rumah pribadinya. Ferdy Sambo kemudian dihampiri Putri.

Keduanya terlihat bercakap-cakap. Putri lantas menangis. Ferdy Sambo lalu memeluk dan mencium kepala Putri. Selanjutnya, Putri keluar ruangan tersebut. Ferdy Sambo kemudian terlihat memanggil para ajudan menggunakan HT.

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dilanjutkan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo, Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Rekonstruksi di rumah pribadi Sambo diawali ketika Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Bharada E tiba dari Magelang. Peristiwa ini ditunjukkan dalam reka adegan 17-25.

Dalam rekonstruksi itu, terlihat Irjen Ferdy Sambo menunggu di ruangan kerjanya. Ferdy Sambo kemudian naik ke lantai 3.

Di lantai 3, Bharada E dan Kuat terlihat memegang senjata laras panjang. Ferdy Sambo memanggil Bharada E, Kuat dan Putri Candrawathi. Ferdy Sambo duduk satu sofa bersama Putri. Mereka terlihat berbincang dan berbisik.

Setelahnya, Ferdy Sambo berbicara menggunakan HT. Diduga memanggil ajudan lainnya yakni Bripka RR ikut ke ruangan.

Di adegan 25 menunjukkan, Putri, Kuat dan Bharada E keluar dari ruangan. Kemudian, Bripka Ricky masuk ke ruangan Ferdy Sambo. Keduanya duduk berhadapan dan membicarakan sesuatu.

Mereka diduga merancang pembunuhan Brigadir J sebelum ke rumah dinas, lokasi penembakan. [rhm]