Komnas HAM sampaikan perkembangan penanganan HAM pada PBB

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menyampaikan berbagai perkembangan mendasar terkait pemajuan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia kepada Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet di Jenewa, Swiss.

"Termasuk menyampaikan penyelesaian beberapa kasus yang menjadi perhatian publik maupun tantangan yang sedang dihadapi," kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Selain mendiskusikan isu-isu aktual misalnya situasi hak asasi manusia di Indonesia, kedua lembaga juga membahas soal inisiatif dialog damai Papua yang digagas oleh Komnas HAM RI.

Komnas HAM, kata Taufan, percaya dialog damai Papua dapat terwujud sembari berharap semakin banyak pihak yang memberikan dukungan terhadap inisiatif yang ada.

"Inisiatif dialog damai Papua sebagai upaya pendekatan penyelesaian berbagai masalah hak asasi manusia di Papua," ujarnya.

Tidak hanya itu, Ahmad Taufan Damanik yang didampingi dua komisioner lainnya yakni Beka Ulung Hapsara dan Mochamad Choirul Anam, turut menyampaikan perubahan terkait kemajuan kebijakan hak asasi manusia dan hambatan yang masih terjadi.

Sementara itu, Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet menyampaikan apresiasi atas langkah Komnas HAM RI khususnya terkait inisiatif dialog damai Papua.

Ia mengatakan penyelesaian damai Papua merupakan cara terbaik dalam konteks hak asasi manusia.

Michelle Bachelet menyampaikan berbagai pengalaman di negara lain dapat dijadikan contoh guna mewujudkan dialog damai, serta komitmen mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Komnas HAM RI.

Baca juga: Komnas HAM tegaskan pelanggaran HAM tidak boleh terulang

Baca juga: Analis hukum: Komnas HAM bisa lakukan penyelidikan di luar Indonesia

Baca juga: Pansel yakin anggota Komnas HAM terpilih profesional emban tugas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel