Komnas HAM Ungkap Keluarga Brigadir J, Ferdy Sambo hingga ADC Alami Serangan Siber

Merdeka.com - Merdeka.com - Serangan siber atau digital dialami keluarga tersangka maupun korban pascameninggalnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Fakta itu diungkap oleh Komnas HAM saat memaparkan hasil pemantauan dan penyelidikan.

"Serangan digital ini baik keluarga Brigadir Joshua maupun terhadap keluarga FS," ujar Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam saat konferensi pers, Kamis (1/9).

Anam menerangkan, serangan digital pihak keluarga korban terjadi berapa hari setelah kematian Brigadir J. Komnas HAM mendapatkan keterangan sewaktu mewawancarai keluarga di Jambi.

Adapun, kata Anam bentuk serangan, upaya hacking akun media sosial seperti WhatsApp, Facebook, email dan yahoo.

"Jadi waktu di Jambi kami juga mendapatkan itu. Ini di awal-awal sempat muncul dan kami mendapat informasi soal ini," ujar dia.

Anam menerangkan, keluarga Irjen Ferdy Sambo dan ajudannya yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J merasakan hal yang sama. Namun, bentuk lebih kepada doxing dan persekusi.

"Terus terang serangan digital juga dialami oleh keluarga FS beserta ADC yang sebagian besar adalah doxing dan persekusi online jadi dua-duanya mendapatkan satu bentuk serangan ke digital," ujar dia.

Sementara itu, Anam juga mendapatkan beberapa temuan lain dari pihak keluarga korban yang berada di Jambi.

"Kami menemukan memang di awal adanya pihak kepolisian sempat membatasi akses keluarga untuk melihat kondisi jenazah namun pada akhirnya keluarga diizinkan untuk melihat kondisi jenazah dengan penjagaan ketat dari anggota kepolisian," ujar dia.

Anam menerangkan, pihak keluarga korban juga marah dan kecewa karena proses pemakaman Brigadir J secara kedinasan sempat mendapat penolakan.

"Waktu kami kami mendapatkan keterangan ini. Kedua pihak kepolisian tidak menjalankan komitmen kepada pihak keluarga," ujar dia.

Anam mengatakan, pihak keluarga turut menginformasikan ancaman pembunuhan yang sempat diterima Brigadir J sebelum insiden penembakan terjadi.

"Keluarga mendapatkan informasi adanya ancaman pembunuhan kepada brigadir J yang disampaikan oleh saudari VR," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [eko]