Komnas KIPI: Tidak Ada yang Meninggal Karena Vaksinasi COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada yang meninggal karena vaksinasi COVID-19. Hal ini terkait berita kematian yang terjadi pada seorang pemuda di DKI Jakarta usai diberi vaksin.

Prof Hinki, sapaannya, merasa perlu dijelaskan kembali mengingat banyaknya berita yang simpang siur mengaitkan beberapa kasus kematian akibat Vaksin COVID-19. Menurut Komnas KIPI, ada 27 kasus kematian diduga akibat vaksinasi dengan Sinovac.

Namun setelah diinvestigasi, kematian tersebut tidak terkait dengan vaksinasi COVID-19. Dari kasus tersebut, 10 kasus akibat terinfeksi COVID-19.

Selain itu, 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah, 1 orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak dan 2 orang karena diabetes mellitus dan hipertensi tidak terkontrol

“Kenapa kami bisa membuat diagnosis itu? Karena datanya lengkap. Diperiksa, dirawat di-rontgen, diperiksa lab, di CT-scan, dapat diagnosisnya,” jelas Prof Hinki, dikutip dari keterangan pers Kementerian Kesehatan RI, Sabtu, 22 Mei 2021.

Sementara yang meninggal diduga akibat vaksinasi dengan AztraZeneca ada 3 kasus. Namun, juga tidak diakibatkan oleh vaksinasi tapi lebih karena penyakit lain yang menyertai.

Komnas KIPI adalah lembaga yang kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi. Sebab, sebelumnya ada kehebohan pada kasus kematian seorang pemuda di DKI, sehari usai divaksin.

Sebagai langkah kehati-hatian, pemerintah menghentikan pemberian vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Badan Pengawas Obat dan Makanan kini tengah menginvestigasi vaksin COVID-19 tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel