Komnas PA: Guru-Murid SD Syok usai Kecelakaan Truk Bekasi, Kita Beri Trauma Healing

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memastikan seluruh guru dan murid SDN II dan III Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, mendapatkan trauma healing. Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, guru di sekolah tersebut harus mendapatkan trauma healing. Karena beberapa muridnya ada yang menjadi korban kecelakaan maut.

"Kewajiban kami datang ke tempat kejadian untuk memberikan support secara khusus kepada guru-guru saat ini, termasuk kepala sekolah yang kami nilai dia masih dalam keadaan syok karena kehilangan muridnya," katanya kepada wartawan, Jumat (2/9).

Selain guru, dia juga menilai perlu dilakukan hal serupa untuk murid SD II dan III Kota Baru.

"Nanti kita juga akan berikan trauma healing secara massal untuk murid-murid yang ada di sini," ucapnya.

Arist merasa prihatin dengan peristiwa kecelakaan yang merenggut 10 nyawa dan 23 korban luka-luka. Terlebih lagi, empat di antara korban tewas adalah anak-anak.

"Kehadiran kami di Bekasi ikut perihatin dan berduka atas meninggalnya anak-anak akibat dari laka yang terjadi beberapa waktu lalu," katanya.

Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan sopir truk kontainer sebagai tersangka kasus kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dia diduga lalai sehingga sehingga kendaraan besar yang dikemudikannya menabrak puluhan orang.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Agung Pitoyo mengatakan penyebab kecelakaan dikarenakan sopir truk mengantuk saat mengemudi.

"Iya betul sudah (tersangka). Kelalaian saat mengemudi, mengantuk," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (1/9) kemarin. [ray]