Komnas PA Nilai Pelaku Perundungan Usia di Bawah 14 Tahun Tetap harus Dihukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Proses hukum terhadap para perundung yang menyebabkan siswa kelas V sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat depresi hingga meninggal dipastikan akan tetap berjalan. Namun bila usianya masih di bawah 14 tahun, maka prosesnya akan dilakukan secara pendekatan diversi.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi terkait usia para perundung. Itu dilakukan karena akan ada perbedaan penerapan proses hukum, walau tidak memengaruhi penyelesaiannya melalui jalur hukum di pengadilan.

"Kalau memang pelakunya masih di bawah 14 tahun, proses hukumnya tetap lewat pengadilan dengan pendekatan diversi putusan pengadilan nantinya. Kalau lebih 14 tahun diproses hukum tapi tak lebih dari (hukuman) 10 tahun," kata Arist saat dihubungi wartawan, Selasa (26/7).

Dia menjelaskan bahwa kepastian usia para pelaku dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Hasil koordinasi tersebut, termasuk dengan para pihak berwenang nantinya akan diputuskan di pengadilan.

"Semua pihak akan memutuskan anak 14 tahun hanya dikenakan sanksi tindakan dan dikembalikan ke orang tuanya atau pemerintah atau negara. Jika dikembalikan ke orang tua, harus ada jaminan orang tua bisa mendidiknya. Nanti putusannya oleh hakim, apakah ke orang tua atau kembali ke negara atas keputusan diversi ini," tambah dia.

Meski dilakukan diversi, Arits mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak sama dengan keinginan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang mengharapkan terjadinya islah atau damai di antara keluarga korban dengan para pelaku.

Walau begitu, Arist mengaku bahwa pihaknya menyambut baik adanya kesepakatan damai yang terjadi. Namun walau begitu, ia memastikan bahwa proses hukum terus berjalan karena yang terjadi merupakan bentuk kekerasan anak hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia.

"Diversi itu lewat proses hukum, kalau damai itu hanya kompromi, baik minta maaf, tapi proses hukum itu harus jalan. Kalau anak lebih dari 14 tahun harus dihukum juga tapi berbeda dengan dewasa. Dihukum tapi jangan lebih dari 10 tahun," tutup Arist. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel