Komnas Perempuan Dalami Dugaan Pelecehan Terhadap Istri Kadiv Propam

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Andy Yentriyani menyambangi Subdit Renakta Polda Metro Jaya untuk membahas dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh Istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Kejadian ini berujung pada tewasnya Brigadir J usai beradu tembak dengan Bharada RE alias E di Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sekira pukul 17.00 WIB.

"Jadi hari ini kami diundang untuk mendengarkan lebih lanjut bagaimana sebetulnya posisi, khususnya yang laporan dari Ibu P, yang menjadi korban kekerasan seksual di dalam kasus (baku tembak) itu," ujar Andy, Rabu (13/7).

Andy belum bicara secara gamblang terkait dugaan pelecehan tersebut. Menurut dia, pihak kepolisian sampat ini masih bekerja. "Saya pikir itu masih dalam penyelidikan ya," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Andy justru mengingatkan kepada awak media memperhatikan hak-hak korban. Andy berharap awak media tetap mempedomani kode etik jurnalistik.

"Kita tidak membuka identitas korban mari kita patuhi kode etik jurnalistik dengan merahasiakan nama dan lain-lain," ujar dia.

Andy mengatakan, kesaksian korban tidak sepatutnya diperdebatkan di media masa. Andy meminta semua pihak menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mengusut kasus ini. Menurut dia, ada dua peristiwa berbeda yakni kekerasan seksual dan penembakan.

"Mari dipisahkan sehingga pada saat yang bersamaan hiruk pikuk penembakannya tidak membuat korban menjadi lebih trauma. Itu pesan saya," ujar dia.

Andy juga menyinggung isi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Yang mengharuskan pelbagai pihak membantu dan memberikan perlindungan terhadap korban untuk kepentingan bersama.

"Kita bisa membayangkan bagaimana proses pemberitaan yang bisa jadi membuat trauma baru bagi korban karena itu dalam proses teman-teman pemberitaan saya sungguh berharap isu perlindungan korban menjadi perhatian juga," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel