Komnas Perempuan Serahkan Hasil Pemantauan Putri Candrawathi ke Komnas HAM

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan telah melakukan pemantauan hak perlindungan atas perempuan terhadap Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo, yang telah dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hasilnya telah diserahkan kepada Komnas Hak Asasi Manusia (HAM).

"Tunggu saja laporan dari Komnas HAM, karena semua data dan informasi kami sampaikan ke Komnas HAM," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah saat dikonfirmasi merdeka.com, dikutip Jumat (26/8).

Meski tidak bisa menyampaikan hasil pemantauannya, namun Siti mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap Putri. Ditambah hasil proses pemeriksaan yang telah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

"Pemeriksaan oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan sudah dilakukan sejak minggu lalu. Kami sudah selesai (melakukan pemeriksaan)," ucapnya.

Siti menjelaskan bahwa Komnas Perempuan hanya bertugas memantau proses penanganan kasus tewasnya Brigadir J. Salah satunya adalah memastikan pendampingan baik secara hukum maupun psikologis Putri telah terpenuhi.

"Sejak awal Komnas Perempuan tidak melakukan pendampingan terhadap Ibu PC. Komnas Perempuan adalah lembaga nasional HAM yang memantau proses penanganan kasus ini. Pendampingan dilakukan oleh tim kuasa hukumnya," sebutnya.

Putri Tersangka

Sebelumnya, Polri telah menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka seusai penyidik menemukan rekaman CCTV yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipiddum Bareskrim Polri Brigjen Adi Rian mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamudlillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Putri dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Dengan demikian total ada lima tersangka pembunuhan Brigadir J. Empat tersangka lainnya, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Ma'ruf. [yan]