Komnas UNESCO: Maknai Idul Fitri tingkatkan kesadaran patuh prokes

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang sekaligus praktisi pendidikan Itje Chodidjah mengatakan Idul Fitri 1443 Hijriah dapat dimaknai untuk meningkatkan kesadaran diri untuk patuh protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi COVID-19.

"Lebih patuh, lebih menyadari bukan karena disuruh orang lain, tetapi kesadaran diri pribadi untuk menjaga diri dan menjaga lingkungannya, itu yang penting," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan perayaan Idul Fitri pada 2022 merupakan momen besar karena bisa bersilahturahmi langsung dengan sanak saudara dan teman-teman untuk pertama kalinya setelah dua tahun masa pandemi COVID-19, yang mana orang tidak bisa bertemu dan bertatap muka dengan leluasa.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak euforia sehingga kurang memperhatikan protokol kesehatan saat berkumpul dengan orang-orang yang dikasihi dalam merayakan Idul Fitri.

Justru, menurut dia, Idul Fitri harus diisi dengan sikap lebih baik yakni lebih patuh melakukan protokol kesehatan atas dasar kesadaran diri sendiri untuk menjaga diri dan orang lain.

"Ini adalah momen pertama orang-orang bisa lebih leluasa bertemu bertatap muka, tentunya mestinya dimaknai dengan sikap yang lebih baik, tidak euforia tetapi justru memperbaiki kualitas spiritualitas," katanya.

Tentunya, kata dia, tidak ada yang menginginkan kasus COVID-19 naik usai merayakan Idul Fitri dan berkumpul bersama orang-orang yang dicintai.

Oleh karena itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan disiplin terutama saat mudik dan bersilahturahmi dengan sanak saudara merayakan Lebaran bersama-sama.

"Protokol kesehatan wajib dilakukan karena itu juga bagian dari pada meningkatkan kualitas diri," demikian Itje Chodidjah.

Baca juga: Kemenag; Terapkan prokes saat ibadah Ramadhan hingga Idul Fitri

Baca juga: KNIU: Pembangunan tidak semestinya abaikan keberlangsungan lingkungan

Baca juga: Muhammadiyah terjunkan relawan untuk edukasi prokes ke pemudik

Baca juga: Pengamat: Orang tua jadi contoh untuk anak taat prokes saat mudik


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel