Kompensasi Kenaikan Harga BBM untuk Pendidikan dan Orang Miskin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang direncanakan pemerintah pada 1 April mendatang, dipastikan akan dikonsentrasikan pada peningkatan pendidikan dan ekonomi masyarakat miskin.

Menteri ESDM, Jero Wacik mengungkapkan, selain akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp150 ribu per bulan, pemerintah akan membebankan kompensasi pada beasiswa pendidikan dan ketahanan pada sektor pangan.

"Kita akan fokuskan pada penambahan kuota beasiswa dan peningkatan kuota dan cakupan raskin," ujar Wacik usai memberikan ceramah umum di ITB, Bandung, Sabtu (3/3).

Namun demikian, Wacik belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai mekanisme pemerataan kompensasi yang akan dilakukan. "Berapa jumlah dan angkanya belum bisa dipastikan. Sama halnya untuk sektor pendidikan, kita masih terus berkoordinasi dengan pihak kementerian pendidikan," imbuhnya.

Menurut Wacik, kenaikan harga BBM yang direncanakan menjadi Rp 6 ribu per liter juga merupakan salah satu strategi pemerintah dalam upaya konversi BBM ke energi gas. Wacik menjanjikan, 2014 merupakan tahun keberhasilan pemerintah dalam melakukan "stressing" pada subsidi BBM. "Kita lihat nanti setelah saya turun, subsidi BBM tidak lagi sebesar Rp 90 triliun," ujarnya bangga.

Menurutnya, menaikkan harga BBM yang dilakukan pemerintah merupakan suatu keharusan agar perekonomian negara tetap berada posisi yang stabil. Pemerintah, kata dia, tidak menutup mata banyak keluhan yang muncul dari sejumlah kalangan masyarakat. "Saya paham betul keluhan dan berbagai macam unjuk rasa, saya persilakan selama tertib dan tidak anarkis," pungkasnya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.