Kompetisi 2021 Masih Samar, Rendi Irwan Rela Potong Gaji Lagi di Persebaya

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Surabaya - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tak kunjung mengumumkan jadwal baru untuk Liga 1 2021. Situasi tersebut menyulitkan klub-klub kontestan untuk mempersiapkan diri, termasuk Persebaya Surabaya.

Izin secara tertulis dari kepolisian menggelar kompetisi juga masih belum dikantongi oleh PSSI dan PT LIB. Boleh dibilang hingga sejauh ini, semua hanya sebatas perbincangan.

Situasi yang menyulitkan itu membuat klub tak ingin ambil risiko terlalu cepat mengontrak pemain. Apalagi hingga saat ini kondisi finansial klub tak kunjung membaik seiring pandemi COVID-19 yang belum kunjung mereda.

Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan Saputra, memahami apa yang dialami manajemen klubnya. Rendi, bersama pemain lain di skuat Bajul Ijo, hingga saat ini juga belum mendapatkan kontrak baru setelah yang lama berakhir pada akhir 2020.

Pemain asli Sidoarjo itu tahu benar kondisi keuangan klub masih tidak memungkinkan dalam situasi yang tidak menentu. Rendi pun mengaku siap menerima jika nilai kontrak anyar bakal lebih sedikit ketimbang musim lalu.

"Kalau melihat kondisi klub, mungkin nanti ada pengurangan gaji. Kalau nilai kontrak turun dari yang sebelumnya, tidak ada masalah," ujar Rendi Irwan.

"Saya bisa memahaminya. Dengan situasi seperti ini, kami harus menjalaninya saja," lanjut gelandang Persebaya Surabaya berusia 33 tahun itu.

Lega jika Sudah Memastikan Tetap Bersama Persebaya

Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan. (Bola.com/Aditya Wany)
Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan. (Bola.com/Aditya Wany)

Kontrak baru bersama klub saja sudah membuat Rendi Irwan merasa lega. Dia sudah tidak lagi menerima gaji dari klub sejak Januari 2021. Jika ada kepastian kompetisi, kondisi keuangannya juga akan membaik.

Sementara itu, Persebaya Surabaya juga berjuang untuk menyesuaikan pengeluaran dan pemasukan akibat situasi tidak jelas ini. Satu di antaranya yang dilakukan adalah memindahkan mes pemain dan apartemen ke sebuah rumah kontrakan di Surabaya.

Video