Komplotan pencuri pelat besi selam 2 tahun akhirnya ditangkap

MERDEKA.COM, Dua tahun mencuri lembaran pelat besi di gudang PT Spirit Niaga Jayamahe (SNJ), 11 karayawan perusahaan yang berada di Jalan Wonosari Lor, Surabaya, Jawa Timur itu, dibekuk polisi, Selasa (13/11).

11 Orang itu adalah, Achmad Zaenuri, sopir PT SNJ, Abdus Salam (kernet), staf Gudang, Lilip Sulaiman Adjie, Lie Sugeng Ali Santoso, Fery Sudarmanto, karyawan bagian Cren, Beny Sudjono, Andy Irawan, Untung, Efendi, Abdul Kodir, dan Heri.

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo, pengungkapan yang dilakukan anggota Polsek Asemrowo ini berawal dari seorang anggota Reskrim Polsek Asemrowo mencurigai aktivitas yang dilakukan seorang sopir PT SNJ bersama kernetnya.

"Setelah diselidiki, ternyata kedua orang ini (Zainuri dan Abdus Salam) tengah melakukan pencurian lembaran pelat besi," terang Anom di Polsek Asemrowo.

Kemudian, dilakukan penangkapan terhadap dua orang tersebut. "Jadi ini murni hasil kejelian petugas, bukan dari laporan," ujarnya.

Dalam pengembangannya, ternyata dua orang ini mengaku bekerjasama dengan sembilan karyawan yang lain. Dan kemudian dilakukan penangkapan atas sembilan karyawan tersebut. "Karena ada kaitannya dengan orang dalam, aksi kejahatan ini cukup rapi dan belum terungkap meski sudah berjalan selama dua tahun," sambung Anom lagi.

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya itu juga menceritakan, modus kejahatan yang dilakukan tersangka adalah, ketika Zainuri dan kernetnya hendak mengirim pelat besi ke PT Kedaung Jalan Rungkut, Surabaya, mereka mengatakan muatannya kelebihan kepada Lilip, selaku staf gudang.

"Bukannya dikurangi, dengan dibantu beberapa karyawan lain, muatan itu justru ditambahi bukan dikurangi. Dan ini atas sepengetahuan tersangka Lilip," beber Anom.

Selanjutnya, pelat-pelat tersebut dijual di Jalan Tanjungsari, Surabaya. "Hasilnya dibagi rata," kata Lilip pendek.

Sementara itu, karena aksi ini sudah berjalan dua tahun, pihak perusahaan mengaku, mengalami kerugian sekitar Rp 600 juta. "Dan sesuai Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan atau 374 KUHP, tersangka kami ancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tegas Anom.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.