Kompolnas Bakal Awasi Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Rumdin Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah menerima surat undangan resmi dari Polri untuk mengikuti proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (30/8).

"Kompolnas sudah menerima undangan untuk hadir dalam pelaksanaan rekonstruksi," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, dikutip Senin (29/8).

Dengan adanya undangan itu, Poengky menyatakan, Kompolnas bakal mengawasi proses rekonstruksi tersebut. Agar rekonstruksi yang digelar di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan berlangsung profesional.

"Sudah, Mas. Ketika bertemu Kapolri pada 2 Agustus lalu, kami sudah sampaikan untuk mengawal proses penyidikan kasus FS untuk memastikan Tim Khusus bekerja secara profesional dan mandiri, dan Kapolri sangat menyambut baik," sebutnya.

Menurutnya dalam segala tahapan Kompolnas juga turut hadir dan mengawasi, seperti halnya dalam dalam sidang etik yang dijalani Ferdy Sambo.

Adapun fungsi pengawasan yang dimiliki Kompolnas sebagaimana sudah diatur dalam UU Polri nomor 2 tahun 2002 dan Perpres 17 tahun 2011. Dilanjutkan dengan MOU yang secara detail mendukung kelancaran tugas, fungsi dan wewenang selaku pengawas fungsional Polri.

"Kami akan mengawasi dan mengawal pelaksanaan rekonstruksi kasus berjalan dengan profesional dan mandiri," tukas dia.

Kapolri Jamin Rekonstruksi Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaksanaan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan akan berjalan secara transparan. Adapun Timsus Polri telah menjadwalkan agenda tersebut pada Selasa, 30 Agustus 2022 mendatang.

"Semuanya transparan tidak ada yang kita tutupi. Kita proses sesuai dengan fakta dan itu janji kita," tutur Listyo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (28/8)

Listyo enggan merinci terkait mekanisme pelaksanaan rekonstruksi tersebut. Yang pasti, kelima tersangka yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Ma'ruf akan turut dihadirkan dalam proses rekonstruksi.

"Itu teknis ya itu, biar diserahkan ke penyidik. Yang penting saya doakan kalau kita semua tetap seperti komitmen kita," kata Listyo.

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akan dipertemukan dengan Ferdy Sambo saat rekonstruksi di Kompleks Polri RT 5 RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8).

Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf atau KM dan Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR akan memperagakan adegan-adegan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengkonfirmasi Bharada E akan memperagakan secara langsung dalam rekonstruksi tersebut.

"Ya mas info dari penyidik gitu," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (27/8).

Dedi mengungkapkan alasan menghadirkan Bharada E salah satunya untuk membuat terang peristiwa yang terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Agar JPU mendapat gambaran fakta di TKP," ucap dia.

Lebih lanjut Dedi menyampaikan, informasi yang diterima dari tim khusus Polri bahwa rekonstruksi hanya akan digelar di lokasi tewasnya Brigadir J.

"Infonya fokus di Duren 3 dahulu. Nanti nunggu selasa aja," tandas dia.

Untuk diketahui, lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, antara lain Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka RR alias Ricky Rizal, Kuat Maruf alias KM, Irjen Ferdy Sambo alias FS, dan Putri Candrawathi alias PC.

Pada kasus ini, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto 55 dan 56 KUHP.

Sedangkan, Brigadir RR dan KM dipersangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Sementara Ferdy Sambo dipersangkakan dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP. Selanjutnya, Putri Candrawathi disangkakan dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56. [fik]