Kompolnas Minta Revolusi 4.0 Diperhatikan Komjen Listyo, Kenapa?

Ezra Sihite, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan tantangan bagi Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri (cakapolri) pengganti Jenderal Idham Azis cukup banyak. Tantangan bisa datang dari kejahatan transnasional maupun tantangan menghadapi revolusi industri 4.0.

Namun Poengky melihat tantangan Polri saat ini dan masa mendatang adalah bagaimana menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di tengah-tengah pandemi wabah COVID-19.

“Dalam segala suasana, Polri harus bisa melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya,” kata Poengky saat dihubungi pada Senin, 18 Januari 2021.

Selain itu, kata Poengky, Polri juga harus tetap fokus pada penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional dan kejahatan transnasional. Misalnya jaringan narkoba, jaringan teroris, illegal logging, illegal fishing, people smuggling dan lainnya.

“Termasuk kejahatan siber, tantangan terhadap menguatnya intoleransi dan kelompok-kelompok radikal,” ujarnya.

Selanjutnya Poengky juga meminta Komjen Listyo yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri harus memperhatikan revolusi industri 4.0. Sehingga, dalam melakukan pelayanan masyarakat menggunakan teknologi supaya manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

Di samping itu, Poengky mengingatkan agar Polri melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat utamanya dari perempuan dan anak-anak. Sebab, masyarakat Indonesia banyak terdiri dari perempuan dan anak-anak.

“Sementara, program-program yang sudah baik dilakukan Kapolri terdahulu tetap dilanjutkan agar berkesinambungan,” kata dia.