Kompolnas: Polisi Tangani Kasus Rasyid Secara "Khusus"

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala menyebutkan penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menangani kasus kecelakaan M Rasyid Amrullah Rajasa secara "khusus".

"Karena Rasyid anaknya Menteri Koordinator Perekonomian dan bertanggung jawab atas segala kejadian," kata Adrianus di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Adrianus mengatakan Hatta Rajasa sebagai bapak dari Rasyid Rajasa bertanggung jawab dan kooperatif menjalani pemeriksaan, bahkan putranya tidak melarikan diri saat kejadian.

Ahli kriminologi itu menuturkan penyidik Polda Metro Jaya telah menjalankan prosedur penyelidikan secara transparan, meskipun tidak menahan Rasyid sebagai tersangka.

"Polisi menangani kasus Rasyid secara khusus, namun tidak diistemewakan," ujar Adrianus.

Penyidik memiliki kewenangan untuk tidak menahan seorang tersangka dengan alasan tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti dengan jaminan dari keluarga yang tercatat sebagai pejabat negara, tutur Adrianus.

Sebelumnya, Rasyid yang mengendarai mobil merk BMW X5 bernomor polisi B-272-HR menabrak bagian belakang mobil "Luxio" bernomor polisi F-1622-CY di Tol Jagorawi arah selatan KM 3.500, Selasa (1/1) sekitar 05.45 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang terpental dari mobil yang dikendarai Frans Joner Sirait (37) hingga menewaskan Harun (57) dan M Raihan (14 bulan).

Rasyid dikenakan Pasal 283 juncto Pasal 287 ayat (5) dan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalulintas yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.

Putra bungsu Hatta Rajasa tersebut, menjalani perawatan intensif pasca kecelakaan setelah mengalami tekanan psikologis dan gangguan pencernaan di Rumah Sakit Pusat Pertamina dan RS Polri Kramatjati.

Polisi sempat memeriksa Rasyid di RS Polri Kramatjati, Kamis (10/1), kemudian menganggap cukup keterangan dari tersangka.

Saat ini, penyidik kepolisian telah melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan tahap pertama kasus Rasyid kepada kejaksaan pada Kamis (10/1).(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.