Kompor Gas Elpiji Dinilai Lebih Ramah Lingkungan dari Kompor Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah berencana membagikan kompor listrik 2 tungku yang berdaya 1.000 watt, untuk mendorong migrasi kompor gas LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik (kompor induksi). Rencana tersebut kini tengah dalam masa uji coba oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero di beberapa wilayah.

Strategi ini sebenarnya mirip dengan yang pernah dilakukan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu, SBY membuat program migrasi dari kompor minyak tanah ke kompor gas LPG.

Dari sisi jenis penggunaan energi, kompor dengan bahan bakar gas LPG justru lebih ramah lingkungan ketimbang kompor listrik maupun minyak tanah. Mengingat sumber listrik yang dipakai sekarang sebagian berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara.

"Kalau LPG ini energi bersih, jauh lebih bersih dari kompor elektrik karena kita masih banyak pakai bahan bakar batubara untuk listrik," tutur Ekonom Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (20/9).

Dia menjelaskan penggunaan gas LPG selain lebih bersih, penggunaannya lebih aman bagi lingkungan. Sebab kebocoran gas LPG hanya akan menguap begitu saja, tidak seperti batubara yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon.

"Jadi kalau soal energi bersih, LPG ini lebih aman," kata dia.

Dia menegaskan, selama kebocoran gas LPG terjadi di ruang terbuka tanpa ada pemicunya, tetap lebih aman bagi lingkungan. Berbeda dengan penggunaan minyak tanah yang juga bisa merusak alam saat tumpah ke tanah.

"Jadi kalau gas LPG ini aman buat lingkungan," kata dia.

Sebagai informasi, mengutip dari laman migas.esdm.go.id, LPG (liquefied petroleum gas) atau gas bumi berasal dari penyulingan minyak mentah atau dari kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi. Pencairan gas bumi menjadi LPG dimaksudkan untuk memecahkan masalah pengangkutan ke konsumen karena volume LPG jauh lebih kecil dari volume gasnya.

Gas bumi ini yang dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Menurut jenisnya, LPG dikelompokkan menjadi LPG propana, LPG butana dan LPG campuran (mix) yang merupakan campuran dari kedua jenis LPG tersebut. [azz]